Kekurangan Vitamin D Bikin Usus dan Lambung Rentan Kena Infeksi Bakteri
ilustrasi(Magnific)

VITAMIN D selama ini dikenal luas berkhasiat menjaga kesehatan tulang serta meningkatkan suasana hati (mood). Namun, riset kesehatan terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa kekurangan vitamin D dapat melemahkan sistem pertahanan usus dan lambung, sehingga tubuh lebih rentan terserang infeksi bakteri.

Sebuah studi ilmiah terbaru yang melibatkan 502 responden menemukan hubungan erat antara kadar vitamin D yang rendah dan tingginya risiko terinfeksi Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri penyebab radang lambung dan tukak lambung yang menginfeksi hampir separuh populasi dunia.

Korelasi Vitamin D dan Infeksi Lambung

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa individu dengan kadar vitamin D yang mencukupi (sufficient) memiliki peluang hingga 98 persen lebih rendah untuk teruji positif infeksi H. pylori dibandingkan dengan kelompok yang mengalami defisiensi parah.

Melalui uji metabolomik seluler, peneliti mendapati bahwa rendahnya kadar vitamin D memicu perubahan pada jalur metabolisme lemak tubuh (lipid pathways), khususnya sfingolipid dan gliserofosfolipid. Komponen lemak ini berfungsi vital sebagai penyusun membran sel imun dan pengatur respons peradangan. Ketika vitamin D berada di tingkat rendah, komunikasi sel kekebalan dalam melawan patogen asing di dinding pencernaan menjadi terganggu.

Peran Vital Vitamin D bagi Sistem Imun Pencernaan

Dalam sistem pencernaan, vitamin D berperan penting untuk:

  • Menjaga Lapisan Mukosa Usus: Mencegah bakteri berbahaya seperti H. pylori menembus dinding lambung.
  • Meregulasi Protein Anti-Patogen: Membantu sel kekebalan mengenali dan merespons ancaman mikroba asing secara efektif.
  • Mengontrol Peradangan: Mencegah reaksi inflamasi berlebih yang dapat merusak jaringan organ pencernaan.

Kendati demikian, para ahli menegaskan bahwa studi ini bersifat asosiatif (cross-sectional) dan suplementasi vitamin D bukanlah pengganti obat medis. Infeksi H. pylori aktif tetap memerlukan penanganan medis standar menggunakan kombinasi antibiotik dan obat penekan asam lambung.

Tips Menjaga Kadar Vitamin D Optimal

Guna memastikan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan tetap prima, masyarakat dianjurkan untuk memeriksa kadar 25-hydroxyvitamin D [25(OH)D] dalam darah secara berkala. Pemenuhan kebutuhan vitamin D dapat dilakukan melalui:

  • Berjemur Sinar Matahari: Paparan sinar UVB selama 10–30 menit di siang hari beberapa kali seminggu.
  • Asupan Nutrisi: Mengonsumsi ikan berlemak (salmon, sarden), kuning telur, serta produk pangan terfortifikasi.
  • Suplementasi Vitamin D3: Konsumsi suplemen vitamin D3 sesuai panduan dan dosis rekomendasi dokter.

(MindBodyGreen/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *