
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyiapkan pengaktifan kembali konsol hujan buatan untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Manajer Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) KST B.J. Habibie BRIN, Agus Basuki, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi konsol sebelum menjalani perbaikan di Bandung.
“Pengecekan ini menjadi tahapan penting untuk mengetahui kondisi konsol hujan buatan sebelum dilakukan perbaikan. Kami ingin memastikan bahwa peralatan yang nantinya digunakan dalam operasi modifikasi cuaca benar-benar dalam kondisi layak dan dapat mendukung pelaksanaan operasi secara optimal,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Rabu (21/10).
Menurut Agus, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menyiapkan proses perbaikan konsol. Setelah perbaikan dan pemeriksaan kelayakan selesai, peralatan tersebut diharapkan dapat kembali digunakan untuk mendukung pelaksanaan OMC, terutama dalam penanggulangan karhutla.
Ia menegaskan, kesiapan peralatan menjadi salah satu faktor pendukung operasi yang membutuhkan koordinasi teknis lintas lembaga. Karena itu, pemeriksaan dan perbaikan harus dilakukan secara cermat untuk memastikan fungsi peralatan sebelum digunakan kembali.
“Perbaikan konsol ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan kembali peralatan yang telah dimiliki. Setelah seluruh proses perbaikan dan pemeriksaan kelayakan diselesaikan, kami berharap konsol tersebut dapat kembali mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, terutama untuk kebutuhan penanggulangan karhutla,” jelasnya.
Agus menambahkan, kerja sama BRIN dan TNI AU menjadi bagian dari upaya memulihkan teknologi pendukung modifikasi cuaca. BRIN memiliki kapasitas riset dan pengembangan teknologi tersebut, sedangkan Tim Depohar 10 TNI AU memberikan dukungan teknis dalam proses pemulihan konsol.
“Penanganan karhutla memerlukan kerja sama berbagai pihak. Melalui sinergi BRIN dan TNI AU, kami berharap peralatan modifikasi cuaca yang tersedia dapat dioptimalkan kembali sehingga dapat memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Agus.
Pengaktifan kembali konsol tersebut masih bergantung pada penyelesaian perbaikan dan hasil pemeriksaan kelayakan sebelum peralatan dapat digunakan dalam operasi.
(P-4)
