Tinggi Badan Menyusut Tanda Osteoporosis, Ini Penjelasan Dokter
Penyusutan tinggi badan bukan sekadar penuaan, tapi bisa jadi tanda osteoporosis.(Dok. magnific)

PENYUSUTAN tinggi badan seiring bertambahnya usia sering kali dianggap sebagai proses penuaan alami. Namun, kondisi ini patut diwaspadai sebagai salah satu tanda osteoporosis, terutama jika terjadi akibat patahnya ruas tulang belakang karena penurunan kepadatan tulang.

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Rizky Priambodo Wisnubaroto, Sp.OT, mengungkapkan bahwa fenomena ini lebih sering ditemukan pada perempuan berusia di atas 60-65 tahun. Menurutnya, pengeroposan tulang dapat menyebabkan tulang belakang mengalami keruntuhan kecil yang berdampak pada postur tubuh.

“Bisa kurang tinggi badannya gara-gara tulangnya patah di situ, gara-gara tulangnya keropos atau osteoporosis,” ujar Rizky dalam sebuah wawancara eksklusif pada Senin (19/10).

Osteoporosis sering dijuluki sebagai silent disease karena sifatnya yang tidak bergejala hingga terjadi patah tulang. Ketika kepadatan tulang menurun, ruas tulang belakang dapat memendek atau membungkuk, yang terkadang disertai rasa nyeri namun sering kali tidak disadari oleh pasien sejak dini.

Meskipun pengukuran tinggi badan secara berkala dapat membantu mendeteksi perubahan postur, dr. Rizky menegaskan bahwa hal tersebut tidak cukup untuk mendiagnosis osteoporosis secara pasti. Diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan kondisi kepadatan mineral tulang seseorang.

Ia merekomendasikan metode DXA atau DEXA (dual-energy X-ray absorptiometry) sebagai standar utama pemeriksaan. “Metode pemeriksaan lain yang tersedia belum tentu dapat dijadikan acuan utama untuk menetapkan diagnosis osteoporosis,” tambahnya.

Selain penyusutan tinggi badan, masyarakat diminta memperhatikan faktor risiko lain seperti riwayat patah tulang akibat benturan ringan atau penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang. Deteksi dini melalui konsultasi dokter sangat krusial untuk mencegah komplikasi patah tulang yang lebih parah di masa depan. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *