
EMPAT anggota militer Kanada gugur dalam insiden kebakaran serius yang terjadi di tengah latihan tempur Batalyon Ketiga Princess Patricia’s Canadian Light Infantry pada Sabtu lalu sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
Komandan Divisi Ke-1 Kanada, Mayor Jenderal Wade Rutland, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh kebakaran rumput yang terjadi di area latihan. Penyebab pasti munculnya api saat ini masih dalam proses penyelidikan intensif.
“Ada beberapa aktivitas latihan yang sedang berlangsung di seluruh area latihan pada saat kejadian. Angin kencang yang tidak biasa menyebabkan api menyebar dengan sangat cepat dan berbelok arah menuju area administratif lapangan,” ujar Rutland.
Menanggapi laporan mengenai suara ledakan di lokasi kejadian, Rutland menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan pihak luar maupun fasilitas sipil. “Kami tidak percaya [insiden] ini merupakan akibat dari infrastruktur minyak dan gas atau campur tangan dari pihak luar,” tegasnya.
Militer Kanada juga merilis identitas empat prajurit yang tewas dalam tragedi ini, yaitu:
- Sersan Morgan Wong (Loyal Edmonton Regiment, bertugas di Batalyon Ke-3 Princess Patricia’s Canadian Light Infantry)
- Prajurit Shaun Farrell (Batalyon Ke-3 Princess Patricia’s Canadian Light Infantry)
- Prajurit Aidan Goulding (Batalyon Ke-3 Princess Patricia’s Canadian Light Infantry)
- Prajurit Hayden Lykkemark (Batalyon Ke-3 Princess Patricia’s Canadian Light Infantry)
Kondisi Cuaca Ekstrem dan Intensitas Latihan Tinggi
Mayor Jenderal Rutland menjelaskan para prajurit saat itu sedang menjalani latihan tempur intensitas tinggi menggunakan amunisi tajam. Latihan tersebut digelar sebagai persiapan untuk dua peran strategis: tim gugus tugas respon global yang siap bergerak dalam hitungan jam ke wilayah konflik dunia, serta persiapan penempatan pasukan ke Latvia pada April dan Mei mendatang.
“Mereka sedang melempar granat tangan di lapangan granat dan melakukan apa yang kami sebut sebagai section attack, yaitu 10 prajurit menyerang simulasi musuh,” jelas Rutland. Para korban luka berada di area section attack, bukan di area melempar granat.
Perubahan cuaca mendadak menjadi faktor utama cepatnya api membesar. Rutland menyebutkan bahwa angin kencang mengarahkan api yang semula berjarak beberapa kilometer langsung menerjang area administrasi lapangan serangan.
“Sistem kami sudah berjalan dan kondisi cuaca berada dalam prosedur standar untuk sebagian besar hari itu. Tidak biasa bagi api untuk bergerak sejauh satu kilometer dalam waktu 30 hingga 60 detik,” ungkap Rutland. Ia juga menegaskan bahwa militer tetap memegang protokol operasi di tengah kondisi angin kencang.
Saat ini, fokus utama Angkatan Bersenjata Kanada adalah memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban dan para prajurit yang terdampak. Peristiwa ini membawa kepedihan mendalam, terutama bagi markas militer di Edmonton tempat para prajurit bertugas.
Penyelidikan menyeluruh diperkirakan memakan waktu setidaknya satu bulan untuk menentukan apakah tragedi ini dapat dicegah. Sebagian anggota batalyon telah dipindahkan dari area latihan Wainwright, sementara jadwal kelanjutan latihan menuju penugasan di Latvia masih menunggu evaluasi lebih lanjut. (BBC/Z-2)
