NU Dorong Dukungan Teknologi untuk Pesantren
Wapres Gibran Rakabuming Raka.(Antara)

TOKOH Nahdlatul Ulama (NU) KH Marsudi Syuhud meminta perhatian pemerintah terhadap pendidikan teknologi di pesantren ditindaklanjuti dengan dukungan nyata, mulai dari akses internet hingga penyediaan komputer dan tenaga pengajar. 

Hal itu menyusul kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Pasuruan, Jawa Timur, yang turut meninjau pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan robotik bagi santri.

“Ya mungkin kalau pemimpin negara, nanti tindak lanjutnya ada untuk support. Bantuan apa, mungkin ke depannya untuk pesantren,” ujar Marsudi, Minggu (18/10).

Menurut Marsudi, pengenalan teknologi di lingkungan pesantren perlu diikuti penyediaan sarana yang memadai agar santri dapat mengembangkan keterampilan digital. Ia mencontohkan akses internet gratis serta komputer atau laptop sebagai fasilitas yang dapat membantu proses belajar.

Dukungan tersebut, kata dia, perlu melibatkan pemerintah pusat dan daerah. Dengan fasilitas dan tenaga pengajar yang kompeten, santri diharapkan tidak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk berkontribusi bagi Indonesia.

“Kan kembalinya, sumber daya manusianya kembali untuk Indonesia lagi,” katanya.

Marsudi menilai penguatan pendidikan pesantren merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang tidak boleh diabaikan. Pesantren, menurut dia, memiliki peran historis dalam perjalanan bangsa dan perlu terus dilibatkan dalam agenda pembangunan nasional.

Marsudi menyebut kunjungan pejabat negara ke pesantren sebagai langkah yang semestinya dilakukan. Menurut dia, pesantren telah hadir jauh sebelum Nahdlatul Ulama dan Republik Indonesia berdiri, sehingga memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat.

“Kalau ada pemerintah mau, itu namanya wapres, presiden, menteri, ke pesantren, seharusnya memang begitu,” ujar Marsudi.

Ia menegaskan, keterlibatan pesantren dalam pembangunan tidak sebatas pendidikan agama. Lembaga pendidikan tersebut juga dapat berkontribusi dalam membangun moral, mengembangkan ekonomi, serta memperkuat kebudayaan bangsa.

“Kalau ada pemerintah kemudian melibatkan pesantren untuk pembangunan ini, itu sudah keharusan. Keharusan melibatkan pesantren untuk memikirkan pembangunan, baik pembangunan moral bangsa, pembangunan ekonomi, pembangunan kebudayaan,” katanya.

Menurut Marsudi, pembangunan nasional membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Peran pesantren menjadi penting karena pemerintah tidak dapat mengandalkan aparaturnya saja untuk menjawab seluruh tantangan pembangunan.

“Membangun bangsa itu suatu keharusan. Itu bukan hanya pemerintah saja, termasuk individu-individunya, karena gak cukup banyak pemerintah saja. Kita harus bersama-sama membangunnya,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Ponpes Dalwa pada Jumat (16/10), Gibran bersilaturahmi dengan para kiai dan meninjau pembelajaran AI serta robotik bagi santri. Wapres juga mendorong para santri menguasai teknologi tanpa meninggalkan nilai agama dan akhlak.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran turut memohon doa para kiai agar Presiden Prabowo Subianto diberi kekuatan dalam menjalankan amanah pemerintahan. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *