
Pemerintah Negara Bagian Johor, Malaysia, resmi memperpanjang penutupan sekolah selama lima hari mulai Senin (19/10). Langkah ini diambil menyusul kualitas udara yang terus memburuk akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut, demi menjamin kesehatan dan keselamatan para siswa.
Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Negara Bagian Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan hasil rapat Komite Koordinasi Manajemen Kabut Asap Johor pada Sabtu siang. Berdasarkan laporan pemantauan, Indeks Polutan Udara (API) masih berada pada level yang mengkhawatirkan tanpa adanya perbaikan signifikan.
Naqib menjelaskan bahwa durasi penutupan akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, serta penilaian kesehatan dari otoritas terkait. Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Bupati Johor, Tunku Mahkota Ismail, yang memprioritaskan keselamatan masyarakat.
Mekanisme Pembelajaran di Rumah (PdPR)
Selama periode penutupan, kegiatan belajar mengajar tidak dihentikan sepenuhnya, melainkan dialihkan melalui Pembelajaran di Rumah (PdPR). Hal ini sesuai dengan Manual PdPR Versi 2.0 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia.
Namun, terdapat pengecualian terbatas bagi siswa yang dijadwalkan mengikuti ujian atau penilaian tertentu. “Pengecualian ini harus dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Johor (JPNJ) dan wajib mematuhi prosedur operasi standar (SOP) kesehatan secara ketat,” tegas Naqib.
Dinas Pendidikan Johor akan terus mengevaluasi prosedur operasional harian dan berkoordinasi dengan badan ujian kementerian untuk menyesuaikan jadwal penilaian di sekolah negeri maupun sekolah agama.
Lonjakan Kasus Gangguan Pernapasan
Dampak kabut asap mulai terlihat nyata pada sektor kesehatan. Naqib mengungkapkan bahwa sepanjang Oktober, Johor mencatat sebanyak 30.648 kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Angka ini menunjukkan peningkatan mingguan sebesar 20,7 persen.
Pemerintah mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, untuk selalu menggunakan masker dan mematuhi pedoman kesehatan guna menghindari risiko paparan polusi udara berkepanjangan.
- 8 Oktober: Penutupan awal selama dua hari.
- 12 Oktober: Perpanjangan penutupan selama lima hari.
- 19 Oktober: Perpanjangan terbaru selama lima hari ke depan.
Data Polusi Udara Tertinggi
Data Departemen Lingkungan Malaysia menunjukkan Pasir Gudang mencatat angka API tertinggi nasional mencapai 190 pada Minggu (18/10) pagi. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat dan hampir menyentuh ambang batas sangat tidak sehat (di atas 200).
Selain Pasir Gudang, tujuh wilayah lain di Johor juga mencatat kualitas udara tidak sehat, di antaranya:
- Larkin dan Kota Tinggi: 181
- Pengerang: 178
- Batu Pahat: 169
- Kluang: 163
- Tangkak: 160
- Segamat: 157
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Lembah Klang dan Kuala Lumpur. Wilayah seperti Johan Setia (163), Shah Alam (161), dan Putrajaya (159) masih terjebak dalam kualitas udara tidak sehat meskipun sempat diguyur hujan lebat. Pemerintah akan terus memantau situasi sebelum memutuskan pembukaan kembali sekolah untuk kegiatan tatap muka. (CNA/E-3)
