Angkutan CPO Tembus 62 Ribu Ton, Bidik Target 200 Ribu Ton per Tahun
Angkutan crude palm oil (CPO) Kereta Api Logistik (Kalog) mencapai 62 ribu ton hingga Triwulan III 2026.(Dok.KAI Logistik)

Anak perusahaan KAI, Kereta Api Logistik (Kalog), mencatat volume layanan pra-purna angkutan crude palm oil (CPO) sekitar 62 ribu ton sejak mulai beroperasi pada Mei 2026 hingga Triwulan III 2026. Perusahaan menargetkan volume layanan tersebut tumbuh hingga 200 ribu ton per tahun seiring penguatan integrasi rantai pasok komoditas kelapa sawit. 

Realisasi angkutan pada Triwulan III 2026 mencapai 33.782 ton. Capaian tersebut menjadi pijakan bagi perseroan untuk memperluas bisnis keterminalan sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung distribusi komoditas strategis nasional.

Direktur Pengembangan Usaha Kalog Aniek Dwi Deviyanti mengatakan, layanan pra-purna CPO dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri yang tidak hanya memerlukan jasa angkutan, tetapi juga kepastian dan kelancaran proses distribusi secara menyeluruh.

“Capaian volume pra-purna angkutan CPO ini menjadi langkah positif dalam pengembangan bisnis kami, khususnya dalam memperkuat integrasi layanan logistik dari hulu hingga hilir,” ungkap Aniek dalam keterangannya Minggu (18/10).

Beri Nilai Tambah 

Menurut Aniek, layanan terintegrasi diharapkan memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan dalam ekosistem logistik nasional. Pengembangan layanan tersebut sejalan dengan posisi strategis industri kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia. 

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada April 2026 menyebutkan, industri sawit berkontribusi sekitar 3,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Pada 2025, nilai ekspor sawit Indonesia tercatat sekitar US$40 miliar dengan volume mencapai 38,84 juta ton. Besarnya kontribusi tersebut mempertegas kebutuhan akan sistem logistik yang mampu menghubungkan sentra produksi, fasilitas pengolahan, dan titik distribusi secara efektif.

“Di tengah dorongan pemerintah untuk mempercepat hilirisasi, penguatan rantai pasok menjadi faktor penting dalam mendukung distribusi bahan baku maupun produk turunan kelapa sawit untuk kebutuhan pangan, industri, dan energi,” terangnya.

Dalam konteks tersebut kata Aniek, layanan pra-purna CPO Kalog, melengkapi angkutan kereta api melalui integrasi proses operasional sebelum dan sesudah perjalanan kereta. Layanan ini mencakup penyediaan armada truk, pengawalan, pemuatan, hingga pembongkaran. Perusahaan juga menyediakan layanan purna angkutan melalui jaringan pipanisasi dengan metode pumping di titik muat dan bongkar. Integrasi tersebut memungkinkan pelanggan mengoordinasikan rangkaian distribusi dalam satu layanan, sehingga proses operasional diharapkan berjalan lebih efisien dan terstruktur.

“Sebagai komoditas strategis, CPO membutuhkan dukungan rantai pasok yang terkoordinasi agar distribusinya dapat berlangsung secara efektif. Kami memandang integrasi layanan pra-purna sebagai bagian dari upaya memperluas peran kereta api dalam ekosistem logistik,” paparnya.

Jangkau Sejumlah Stasiun di Sumatra Utara

Aniek menambahkan, Uluntuk mendukung operasional, layanan pra-purna CPO Kalog menjangkau sejumlah stasiun di Sumatera Utara, yakni Rantau Prapat, Padang Halaban, Hengelo, Kisaran, Sei Bejangkar, Perlanaan. Tebing Tinggi, Dolok Merangir, Perbaungan, dan Sei Mangkei. Adapun titik bongkar dipusatkan di Stasiun Belawan. Jaringan tersebut dirancang untuk menghubungkan titik distribusi komoditas dengan layanan angkutan kereta api dalam satu rangkaian logistik.

“Dari sisi operasional, kami telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pencucian tangki melalui metode steaming dan cleaning. Prosedur tersebut ditujukan untuk menjaga kebersihan tangki serta mendukung kualitas dan keamanan proses pengangkutan. Perusahaan juga telah mengantongi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai ruang lingkup perizinan dan ketentuan yang berlaku,” bebernya.

Ke depan, sebut Aniek,  perseroan menargetkan layanan pra-purna CPO mampu mencapai volume 200 ribu ton per tahun. Pengembangan layanan ini diharapkan memperkuat integrasi distribusi, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendukung daya saing industri kelapa sawit nasional. Melalui penguatan layanan dari hulu hingga hilir, perusahaan berupaya memperluas kontribusi angkutan kereta api dalam distribusi komoditas strategis sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *