
KOTA Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771 dan memiliki keunikan karena terletak tepat di garis khatulistiwa. Tak hanya dapat mengunjungi Tugu Khatulistiwa sebagai penanda garis ekuator, Anda juga dapat menikmati kekayaan sejarah, kuliner, serta tradisi masyarakat yang berkembang di kawasan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.
Untuk memulai perjalanan dari Jakarta, Anda bisa beli tiket pesawat melalui OTA Platform seperti Traveloka sekaligus membandingkan pilihan tiket pesawat jakarta pontianak. Menurut halaman rute Traveloka, penerbangan langsung tercepat memerlukan waktu sekitar 1 jam 25 menit. Jakarta dan Pontianak sama-sama berada di zona waktu WIB. Harga tiket diperkirakan mulai sekitar Rp800 ribuan, bergantung pada tanggal perjalanan.
1. Berdiri di Garis Nol Derajat Tugu Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa menandai garis nol derajat yang melintasi Pontianak. Tugu ini berada di Jalan Khatulistiwa, Batu Layang, Pontianak Utara. Tugu pertama dibangun pada 1928, kemudian dibangun ulang pada 1938 dan menjalani renovasi besar pada 1990. Di dalam kompleksnya terdapat museum kecil dengan galeri tentang sejarah tugu, astronomi, dan kartografi.
Tugu buka sekitar pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Tiket masuk untuk dewasa domestik sekitar Rp10 ribuan, dan pengunjung mendapat sertifikat gratis sebagai bukti kunjungan. Jika ingin menyaksikan fenomena kulminasi, Anda dapat berkunjung pada 21-23 Maret atau 21-23 September. Pada saat itu, bayangan benda tegak menghilang sesaat ketika matahari berada di titik kulminasi.
2. Menyusuri Sungai Kapuas dengan Perahu
Wisata perahu di Sungai Kapuas memberi Anda kesempatan menikmati suasana Pontianak dari atas air, tepat di jantung kota. Di tepian sungai terdapat Taman Alun Kapuas, di depan kantor wali kota. Taman ini memiliki replika Tugu Khatulistiwa, sehingga Anda dapat melihat penanda garis ekuator tanpa meninggalkan kawasan tepian sungai.
Pelayaran sore bisa menjadi pilihan untuk melihat suasana kota sekaligus menikmati matahari terbenam. Perahu umumnya mulai berlayar sekitar pukul 16.00, dengan tarif dewasa sekitar Rp15 ribuan. Setelah menyusuri sungai, Anda bisa berjalan santai di Taman Alun Kapuas.
3. Menelusuri Sejarah di Keraton Kadriyah
Keraton Kadriyah menjadi salah satu tempat untuk mengenal awal berdirinya Kesultanan Pontianak. Bangunan ini didirikan oleh Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie, sultan pertama Pontianak, antara 1771 dan 1778. Keraton berada di Kampung Beting, Kecamatan Pontianak Timur, tepat di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.
Di dalam keraton, Anda dapat melihat berbagai peninggalan yang menggambarkan kehidupan istana, seperti foto keluarga kerajaan, lambang kesultanan, keris, singgasana sultan, dan cermin seribu. Ada pula Al-Quran tulisan tangan sultan pendiri. Keraton buka setiap hari dari pagi hingga sore. Tidak ada tiket masuk, tetapi pengunjung dapat memberikan donasi sukarela untuk membantu perawatan.
4. Mencicipi Pengkang dan Chai Kwe
Kuliner Pontianak memadukan pengaruh budaya Melayu, Tionghoa Hakka, dan Dayak. Salah satu kudapan yang populer di sekitar Sungai Kapuas adalah pengkang, jajanan berbahan ketan dengan isian udang kering yang dibungkus daun. Sementara itu, chai kwe berasal dari tradisi Tionghoa Hakka. Keduanya memiliki bahan dan cita rasa berbeda yang bisa Anda coba selama berada di kota.
Pengkang dipanggang atau diasap hingga harum, lalu umumnya disantap dengan sambal kepah. Chai kwe memiliki kulit dari tepung beras dengan isian bengkuang, kucai, atau udang. Kudapan ini populer di Pontianak maupun Singkawang. Dengan mencicipi keduanya, Anda dapat mengenal variasi bahan dan cara penyajian kudapan di Pontianak.
5. Menyaksikan Tradisi Meriam Karbit
Tradisi meriam karbit menghadirkan dentuman yang menandai penyambutan Lebaran di Pontianak. Meriam disulut berjajar di tepi Sungai Kapuas sebagai bagian dari permainan rakyat turun-temurun. Pada 19 Maret 2026, jumlahnya sekitar 229 meriam. Wali kota menyebut tradisi ini jarang ditemukan di daerah lain.
Tradisi ini berlangsung setahun sekali menjelang Lebaran, jadi waktu perjalanan perlu disesuaikan dengan kalender hari raya. Meriam kayu berdiameter lebih dari 80 cm dibuat dari batang kayu yang direndam selama berbulan-bulan. Warga kemudian menyulutnya bersama-sama sebagai bentuk gotong royong. Jika ingin menyaksikannya secara langsung, penting untuk mengetahui jadwal pelaksanaan.
Kelima pengalaman ini memperlihatkan Pontianak sebagai kota yang memadukan garis khatulistiwa, sungai, sejarah kesultanan, kuliner, dan tradisi. Anda dapat menyesuaikan waktu kunjungan dengan musim: Tugu Khatulistiwa menarik dikunjungi saat kulminasi pada Maret atau September, sedangkan tradisi meriam karbit berlangsung menjelang Lebaran.
Pesan Tiket Pesawat Jakarta-Pontianak lewat Traveloka
Merencanakan liburan kini makin praktis berkat hadirnya Traveloka. Sebagai platform perjalanan yang diandalkan jutaan pengguna di Asia Tenggara, Traveloka memudahkan Anda menyiapkan seluruh kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi mulai dari penerbangan Jakarta-Pontianak, akomodasi, sewa mobil, hingga tiket wahana populer dan perlengkapan liburan seperti eSIM serta asuransi.
Tersedia beragam pilihan pembayaran yang fleksibel, mulai dari metode pembayaran digital yang mudah digunakan oleh pengguna lokal hingga fasilitas PayLater. Unduh aplikasi Traveloka sekarang untuk menemukan berbagai penawaran menarik dan membuat perjalanan impian Anda menjadi lebih mudah dan praktis. (RO/Z-10)
