
INDONESIAN Council on World Affairs (ICWA) mendorong Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir memperkuat diplomasi ekonomi dan peran Indonesia dalam tata kelola global. ICWA juga menilai kesinambungan politik luar negeri penting untuk menjaga kepercayaan mitra internasional terhadap Indonesia.
Dorongan itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Arrmanatha, yang dikenal sebagai Menlu Tata, menggelar pengarahan pers pada Senin (12/10). Pengarahan tersebut berlangsung setelah serah terima jabatan dari Sugiono, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (14/10), ICWA menyoroti tiga hal dari arahan Menlu Tata, yakni kesinambungan politik luar negeri, diplomasi yang berorientasi pada kepentingan nasional, dan penguatan multilateralisme.
Menurut ICWA, penegasan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap berlandaskan prinsip bebas aktif dan melanjutkan capaian pemerintahan sebelumnya dapat menjaga konsistensi diplomasi. Konsistensi itu dinilai penting untuk membangun kepercayaan negara lain terhadap Indonesia.
“Konsistensi adalah modal kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai mitra yang dapat diandalkan,” kata ICWA.
Di bidang ekonomi, ICWA menilai diplomasi perlu diarahkan pada kebutuhan nasional, termasuk ketahanan pangan, hilirisasi, perlindungan warga negara Indonesia (WNI), dan promosi komoditas unggulan. Salah satu yang disorot ialah kopi, melalui penguatan peran perwakilan Indonesia di luar negeri.
ICWA juga mendorong Indonesia mengambil peran lebih besar dalam reformasi tata kelola global. Dukungan terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2029–2030 disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di forum internasional.
Selain itu, Indonesia mencalonkan Menteri Kesehatan sebagai Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
ICWA menilai pengalaman diplomatik Menlu Tata di forum multilateral dapat menjadi modal untuk menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika atau Bandung Spirit di tengah persaingan geopolitik. Organisasi itu menyatakan siap bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk memperkuat diplomasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Peran Indonesia di ASEAN
ICWA juga menyoroti peran Indonesia dalam ASEAN. Indonesia dijadwalkan mengemban jabatan Sekretaris Jenderal ASEAN periode 2028–2033 sesuai mekanisme rotasi yang berlaku, menurut pernyataan organisasi tersebut.
ICWA berharap momentum itu dimanfaatkan untuk memperkuat sentralitas ASEAN dalam bidang politik dan keamanan, ekonomi, serta sosial-budaya.
Selain ASEAN, ICWA mendorong Indonesia meneruskan keterlibatannya dalam BRICS, G20, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan organisasi internasional lainnya. (B-3)
