Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini: Hujan Ringan di Enam Daerah
Akibat gelombang tinggi berlangsung di perairan utara, ribuan nelayan di Jepara memilih berhenti melaut dan menyandarkan kapal di muara sungai.(MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpeluang turun di enam daerah yang berada di kawasan pegunungan dan dataran tinggi Jawa Tengah pada Rabu (14/10). Selain potensi hujan, masyarakat diminta mewaspadai gelombang tinggi hingga 4 meter yang masih berlangsung di perairan selatan.

Pada pagi hingga siang hari, cuaca di Jawa Tengah umumnya diprediksi cerah berawan hingga berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan berpotensi mengguyur enam wilayah, terutama di kawasan pegunungan. Kondisi ini membuat suhu udara terasa lebih hangat di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Waspada potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan, karena pada musim kemarau ini banyak tanaman kering, meskipun ada peluang hujan ringan,” ujar Agus, Rabu (14/10).

Adapun enam daerah yang berpeluang turun hujan ringan meliputi:

  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Wonosobo
  • Karanganyar
  • Kajen
  • Majenang

Sebagian besar daerah lain di Jawa Tengah diprediksi cerah berawan dan berawan sepanjang hari. Angin secara umum bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 16-35 derajat celsius dengan kelembapan udara mencapai 50-95 persen.

Peringatan Gelombang Tinggi

Terkait kondisi perairan, BMKG melaporkan cuaca di perairan Jawa Tengah umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, potensi gelombang tinggi 2,5-4 meter masih berlangsung di perairan selatan, sementara di perairan utara berkisar antara 1,25-2,5 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, menjelaskan bahwa kondisi sinoptik di perairan utara Jawa Tengah menunjukkan angin bertiup dari timur laut ke tenggara dengan kecepatan 2-20 knot. Ketinggian gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah kawasan, antara lain:

  • Perairan Karimunjawa bagian timur dan barat
  • Perairan Pekalongan-Kendal
  • Perairan Semarang-Demak
  • Perairan Jepara
  • Perairan Pati-Rembang

Retna menegaskan kondisi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran. Risiko tinggi terjadi saat gelombang di atas 1,25 meter dengan kecepatan angin melebihi 15 knot untuk kapal nelayan, serta gelombang di atas 1,5 meter dengan angin di atas 16 knot untuk kapal tongkang.

Senada dengan hal tersebut, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Deas Achmad Rivai, menyebutkan gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan Jawa Tengah sangat berisiko bagi pelayaran kapal nelayan, tongkang, hingga kapal barang dan penumpang.

“Potensi gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di Cilacap, Kebumen, dan Purworejo ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Jumat (16/10) mendatang,” pungkas Deas. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *