RI Usung Budi Gunadi Sadikin untuk Wujudkan Kesehatan Global yang Adil
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir(MI/Ferdian Ananda Majni)

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, menyatakan pencalonan Menkes Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal WHO merupakan langkah Indonesia mendorong reformasi tata kelola kesehatan global agar lebih adil dan mampu mengakomodasi kepentingan negara-negara berkembang.

“Pencalonan Menteri Kesehatan kita sebagai Direktur Jenderal WHO adalah demi arsitektur kesehatan global yang lebih adil bagi negara berkembang,” kata Menlu Tata dalam konferensi pers di Gedung Palapa, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Senin (12/10).

Menlu Tata menjelaskan, sistem multilateral yang berjalan saat ini dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan negara-negara berkembang. Oleh karena itu, Indonesia terus mendorong reformasi untuk memperkuat sistem tersebut agar lebih adil dan inklusif.

Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya menyampaikan aspirasi dari luar, tetapi juga perlu mengambil peran langsung dalam proses pengambilan keputusan internasional untuk mendorong perubahan.

Ia menambahkan, pencalonan Budi Gunadi Sadikin untuk memimpin WHO menjadi bentuk nyata komitmen Indonesia dalam memperbaiki tata kelola kesehatan dunia.

Upaya tersebut sejalan dengan keterlibatan Indonesia sebagai anggota Badan Auditor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang bertujuan memperkuat transparansi dan akuntabilitas organisasi internasional.

Semangat reformasi yang sama juga mendasari pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029-2030.

“Indonesia akan memperjuangkan Dewan Keamanan PBB yang lebih efektif, representatif, transparan, dan demokratis,” tambahnya.

Menlu Tata menegaskan Indonesia akan terus mendorong PBB dan berbagai lembaga multilateral, termasuk WHO, agar bekerja lebih efektif, efisien, serta mampu mewakili aspirasi masyarakat internasional.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan hukum internasional dan kesepakatan global secara setara. Menurutnya, sistem multilateral merupakan kebutuhan dunia saat ini sehingga aturan internasional harus berlaku bagi seluruh negara, bukan hanya menguntungkan pihak tertentu.

Budi Gunadi Sadikin akan bersaing dengan enam kandidat lain dalam pemilihan Dirjen WHO yang dijadwalkan pada Mei 2027, melalui Sidang Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly).

Masa jabatan Dirjen WHO saat ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus, berakhir pada 15 Agustus 2027. Kandidat lainnya meliputi Hans Kluge yang diusulkan Belgia, Hanan Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, Maria Neira dari Spanyol dan Gevorg Tamamyan dari Botswana. (Fer)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *