Pertalite Langka di Bali, Antrean Mengular hingga 2 Kilometer di SPBU
Kelangkaan BBM bersubsidi di Bali membuat antrean kendaraan di SPBU mengular.(MI/Arnoldus Dhae)

KELANGKAAN Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite terjadi secara masif dan merata di seluruh wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mencapai titik terburuk dalam dua hari terakhir, di mana antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular hingga 2 kilometer, memicu kemacetan parah di berbagai ruas jalan utama.

Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan kendaraan terjadi merata di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Antrean paling panjang didominasi oleh jalur sepeda motor. Warga mengeluhkan durasi tunggu yang tidak wajar hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

“Kami antre selama dua jam, harus rela berjemur di bawah panas matahari yang terik,” ujar Wayan Sasmita, seorang warga saat mengisi BBM di daerah Mengwi, Badung, Selasa (13/10).

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Tabanan. Sejumlah warga bahkan terpaksa mengantre sejak tengah malam demi memastikan kendaraan mereka terisi penuh. “Kami antre dari pukul 23.00 Wita hingga tadi pagi sekitar pukul 04.00 Wita,” ungkap Ketut Dina, warga Tabanan.

DPR RI Desak Langkah Konkret

Merespons keluhan masyarakat yang masif di media sosial dan media lokal, Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kelakan, melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Bali di Denpasar pada Selasa (13/10).

Alit Kelakan mempertanyakan ketimpangan antara laporan stok Pertamina yang diklaim aman dengan realitas di lapangan. Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak wajar karena terjadi di saat situasi normal, tanpa adanya gangguan cuaca ekstrem, bencana alam, maupun lonjakan konsumsi hari raya.

“Fakta lapangannya tidak aman. Saya datang ke Pertamina untuk mengecek secara teknis dan pemecahan masalah. Kita tidak bisa hanya bicara angka ‘stok aman’ jika masyarakat harus mengantre berjam-jam,” tegas Alit Kelakan.

Data Distribusi Darurat Pertamina Bali (13 Oktober 2026):

  • Depot Sanggaran: 1.200 Kiloliter (27 armada mobil tangki)
  • Integrated Terminal (IT) Manggis: 10.300 Kiloliter (74 armada mobil tangki)
  • Total Pasokan: 11.500 Kiloliter
  • Total Armada: 101 Mobil Tangki

Upaya Pemulihan Distribusi

Menanggapi desakan tersebut, Pertamina menyatakan telah mengerahkan armada distribusi tambahan untuk mempercepat penyaluran BBM ke wilayah terdampak, khususnya di Denpasar, Badung, dan Tabanan. Total pasokan sebesar 11.500 kiloliter disiapkan dari dua titik distribusi utama, yakni Depot Sanggaran dan Integrated Terminal (IT) Manggis.

Penyaluran tambahan ini diharapkan dapat mengurai antrean panjang di SPBU. Pertamina memproyeksikan situasi akan mulai membaik dan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan, tergantung pada kelancaran distribusi di masing-masing titik pengisian.

Persoalan ini menjadi catatan penting bagi pemangku kepentingan mengenai urgensi sinkronisasi data stok dengan kondisi riil di lapangan guna menjamin ketahanan energi bagi masyarakat Bali. (OL/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *