
MANAJER Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, memberikan pandangannya usai timnya bermain imbang 1-1 melawan Manchester United di Old Trafford dalam lanjutan Liga Premier Inggris. Meski gagal meraih poin penuh, De Zerbi menilai penampilan anak asuhnya menjadi momentum penting bagi pembentukan karakter tim musim ini.
De Zerbi menegaskan Tottenham sama sekali tidak layak kalah pada laga tersebut. Menurutnya, Spurs tampil dominan pada babak pertama dan seharusnya unggul satu hingga dua gol sebelum tekanan tuan rumah meningkat di paruh kedua.
“Yang pasti kami tidak layak kalah dalam pertandingan ini. Kami pantas unggul 1–2 gol di babak pertama. Kami menderita di babak kedua, terutama pada bagian awal, dan saat kami kebobolan, kami memiliki peluang potensial untuk mencetak gol beberapa menit sebelumnya,” ujar De Zerbi.
“Namun, setelah kartu merah, kami menunjukkan reaksi yang tepat. Kami memainkan pertandingan yang hebat. Hari ini menjadi laga pertama musim ini di mana kami menunjukkan diri sebagai sebuah tim. Kami bermain bersama, percaya hingga akhir, dan bertahan serta menyerang sebagai sebuah tim,” tambahnya.
Kartu Merah Rodrigo dan Kebangkitan Mental Spurs
Pertandingan sempat memanas ketika Rodrigo Bentancur menerima kartu merah. Meski mengakui tindakan sang pemain sebagai sebuah kesalahan, De Zerbi menilai momentum bermain dengan 10 orang justru membakar semangat juang skuadnya.
“Saya mencium Rodrigo dan mengucapkan terima kasih. Itu adalah kesalahan dari Rodrigo karena itu bukan reaksi yang tepat dalam sepak bola, tetapi Tottenham perlu bereaksi. Momen dengan 10 pemain membuat kami bermain dengan keberanian dan energi lebih besar. Sudah lama Tottenham bermain tanpa keberanian dan karakter seperti ini,” tutur pelatih asal Italia tersebut.
Ia menekankan bahwa kemenangan dalam sepak bola tidak bisa diraih hanya berbekal kualitas teknis, melainkan butuh karakter dan energi yang tepat di lapangan.
Pujian Khusus dan Ban Kapten untuk Dominic Solanke
Dalam laga ini, De Zerbi membuat keputusan menunjuk Dominic Solanke sebagai kapten tim. Penyerang tersebut menjawab kepercayaan sang manajer dengan mencetak gol penyeimbang bagi Spurs.
“Dia layak menjadi kapten hari ini karena dia mungkin menderita terlalu banyak akibat kritik saat Tottenham tidak menang atau tidak mencetak gol. Solanke adalah pemain yang lengkap dan memiliki kepribadian. Saya ingin menunjukkan kepercayaan saya dan betapa pentingnya dia bagi tim ini,” kata De Zerbi.
De Zerbi menilai perbedaan energi Solanke di dalam kotak penalti sangat terlihat dibanding laga sebelumnya, dan sang penyerang dinilai memiliki kapasitas untuk membuat perbedaan besar bagi tim.
Fokus Membangun Tim dan Memperbaiki Posisi Klasemen
Sebagai langkah mempererat kebersamaan, Tottenham dijadwalkan terbang ke Spanyol pekan ini untuk menjalani pemusatan latihan. De Zerbi menilai ajang tersebut sangat penting untuk membangun kekompakan tim, baik di dalam maupun luar lapangan.
Mengenai situasi tim di klasemen saat ini, De Zerbi mengingatkan anak asuhnya untuk tetap rendah hati dan berfokus pada laga-laga berikutnya, termasuk pertandingan kandang melawan Coventry.
“Kami berada dalam situasi yang buruk dan tidak boleh menerima berada di posisi ini. Kami harus bereaksi dan menang. Ketika kami bisa memainkan 3, 4, 5, hingga 10 pertandingan seperti hari ini, barulah kami bisa katakan telah keluar dari masalah. Namun sejauh ini, kami masih berada di dalamnya dan harus berjuang bersama,” pungkasnya. (Tottenham Hotspur/Z-2)
