Ratu Suthida Jadi Pilot Perempuan Pertama Thailand Terbangkan Jet Gripen Solo
Ratu Suthida(Dok Istimewa)

RATU Thailand Suthida mencetak sejarah baru dengan berhasil menerbangkan jet tempur Gripen secara solo untuk pertama kalinya. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh suaminya, Raja Maha Vajiralongkorn, yang juga dikenal sebagai pilot andal di lingkungan militer Thailand.

Berdasarkan rekaman resmi yang dirilis pihak istana, Ratu Suthida yang kini berusia 48 tahun menerbangkan jet tempur JAS 39C Gripen berkursi tunggal. Penerbangan tersebut dilakukan dari pangkalan udara militer di Provinsi Surat Thani, Thailand selatan, pada Kamis (8/10).

Pelatihan Intensif dan Pengalaman Terbang

Keberhasilan penerbangan solo ini tidak diraih secara instan. Sebelum mengudara sendirian, Ratu Suthida telah menjalani pelatihan simulator secara intensif selama beberapa minggu di pangkalan tersebut. Selain itu, ia tercatat telah mengumpulkan sekitar 10 jam terbang menggunakan jet Gripen berkursi ganda (tandem).

Ratu Suthida sendiri bukan sosok asing di dunia penerbangan. Mantan pramugari Thai Airways ini mulai menekuni dunia pilot sejak 2010. Hingga saat ini, ia telah mengantongi hampir 1.190 jam terbang. Ia juga kerap bertugas sebagai kopilot mendampingi Raja Vajiralongkorn dalam berbagai perjalanan kerajaan, termasuk saat melakukan pendaratan menantang di Bandara Paro, Bhutan.

Penyematan Lencana Golden Gripen Order

Setelah Ratu Suthida berhasil mendaratkan pesawat dengan sempurna, Raja Vajiralongkorn menyambutnya di landasan dengan memberikan buket bunga sebagai bentuk apresiasi. Raja kemudian menyematkan lencana Golden Gripen Order di lengan kiri sang Ratu.

Penyematan lencana tersebut secara resmi menandai Ratu Suthida sebagai pilot perempuan pertama di Thailand yang berhasil menerbangkan jet tempur Gripen secara solo. Ratu Suthida diketahui menikah dengan Raja Vajiralongkorn pada 2019, tepat beberapa hari sebelum upacara penobatan raja.

Modernisasi Angkatan Udara Thailand

Saat ini, Angkatan Udara Thailand mengoperasikan satu skuadron jet tempur Gripen C/D yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Swedia, Saab. Kekuatan udara ini dipastikan akan terus bertambah di masa depan.

Pada tahun lalu, Pemerintah Thailand telah menandatangani kesepakatan pengadaan alutsista senilai sekitar US$556 juta (setara Rp8,7 triliun) untuk pembelian tiga unit Gripen E dan satu unit Gripen F. Proses pengiriman keempat pesawat tempur generasi terbaru tersebut dijadwalkan akan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2030. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *