Bupati Tegal Buka Porsadin VIII Jateng, Tegal Diusulkan Jadi Tuan Rumah Nasional 2028
Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Provinsi Jawa Tengah, Jumat (9/10).(Dok.Humas Pemkab Tegal)

BUPATI Tegal, Ischak Maulana Rohman, membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Jumat (9/10) malam. Dalam kesempatan itu, Kabupaten Tegal diharapkan menjadi tuan rumah Porsadin tingkat nasional pada 2028.

Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lukman Hakim mengatakan Kabupaten Tegal memiliki potensi untuk menyelenggarakan ajang berskala nasional. Ia juga mengapresiasi kekompakan FKDT Jawa Tengah dalam membina dan mengembangkan potensi santri.

Sebanyak 824 santri dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti Porsadin VIII. Mereka berkompetisi dalam 30 cabang lomba dengan mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti”. Peserta terdiri atas 396 santri putra dan 428 santri putri yang tergabung dalam 27 tim.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tegal sebagai tuan rumah ajang tingkat provinsi tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda. “Pada prinsipnya, kalau untuk kemaslahatan dan kebaikan, kami Pemerintah Kabupaten Tegal siap untuk bersama-sama,” ujar Ischak.

Menurut dia, Porsadin menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan prestasi, menumbuhkan sportivitas, serta mempererat silaturahmi antardaerah. Penyelenggaraan kegiatan itu juga membutuhkan sinergi pemerintah daerah, Kementerian Agama, FKDT, dan masyarakat.

Ischak menambahkan, Pemkab Tegal memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan melalui program insentif bagi guru ngaji. Pada 2026, sekitar 9.300 guru ngaji menerima insentif sebesar Rp2 juta per orang per tahun.

Pemkab Tegal berencana meningkatkan jumlah penerima menjadi 10.500 orang pada 2027. Anggaran program tersebut diproyeksikan naik dari sekitar Rp18 miliar menjadi Rp21 miliar per tahun.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Ischak mengajak seluruh pihak menjaga komitmen untuk mendukung kesejahteraan guru ngaji. “Kita juga harus menyadari bahwa saat ini seluruh daerah mengalami efisiensi anggaran. Karena itu, dibutuhkan perjuangan dan komitmen bersama agar pemerintah dan para guru ngaji bisa terus bersinergi dalam memperhatikan kesejahteraan mereka,” katanya.

Sementara itu, Lukman Hakim menilai Porsadin merupakan bagian dari proses pembinaan santri yang dilakukan secara berjenjang, mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga nasional. Ia berharap kontingen Jawa Tengah mampu meraih gelar juara umum dalam ajang tersebut. “Saya terenyuh kalau melihat kekompakan dari FKDT. Walaupun kondisi keuangannya terbatas, semangatnya luar biasa,” ujar Lukman.

Ia menegaskan, Porsadin juga berperan dalam menjaring dan mengembangkan potensi santri di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah. “Porsadin merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk mencari dan mengembangkan talenta-talenta santri di kalangan Madrasah Diniyah Takmiliyah,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana Porsadin VIII Ahmad Sururi mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam pembinaan santri agar memiliki akhlak mulia dan mampu berkontribusi bagi bangsa. “Madrasah diniyah sesungguhnya menjadi garda terdepan untuk membangun dan memperkuat pendidikan karakter atau budi pekerti,” ujarnya.

Pembukaan Porsadin VIII Jawa Tengah turut dihadiri Wakil Bupati Tegal, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tegal, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, pengurus FKDT, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, ulama, pengasuh pondok pesantren, ustaz dan ustazah, serta para peserta. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *