
KEDUTAAN Besar RI (KBRI) Riyadh meminta Indonesia (WNI) di Arab Saudi wapada seiring meningkatnya ketegangan konflik kawasan antara Houthi dan Arab Saudi.
Dalam imbauan situasi keamanan tertanggal 9 Oktober tersebut, KBRI Riyadh mengimbau para WNI untuk tetap berada di lokasi yang aman serta mematuhi arahan keselamatan dari otoritas setempat.
“KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi di media sosial Instagram, Jumat (9/10).
Para WNI di Arab Saudi juga diarahkan untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi maupun KBRI Riyadh.
Untuk keselamatan layanan penerbangan, KBRI Riyadh mengingatkan WNI untuk selalu mengkonfirmasi status penerbangan mereka kepada maskapai terkait sebelum melakukan perjalanan ke bandar udara.
Ketika WNI di Arab Saudi menghadapi situasi darurat, mereka diminta menghubungi nomor darurat 911 apabila berada di Riyadh, Mekah, Madinah, dan Provinsi Timur, atau 998 apabila bermukim di wilayah lainnya di Arab Saudi. WNI juga bisa menghubungi KBRI Riyadh melalui saluran hotline +966-56-917-3990.
Pertempuran antara kelompok militer Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi meningkat terutama di dekat Selat Bab Al-Mandab yang strategis. Kelompok Houthi Yaman mengkonfirmasi telah melancarkan gelombang baru serangan rudal dan drone terhadap sejumlah bandara dan lokasi militer di kerajaan tersebut. (Ant/H-4)
