Alfred Young Sugiri Pukau Wina, Pianis Indonesia Siap Tur Eropa 2027
Alfred Young Sugiri saat memainkan piano sambil memperhatikan arahan konduktor di gedung pertunjukan legendaris ORF Radiokulturhaus (Großer Sendesaal), Wina, Austria, Kamis (1/10/2026).(MI/HO)

PIANIS virtuoso asal Indonesia, Alfred Young Sugiri, berhasil menorehkan prestasi gemilang di panggung musik klasik dunia. Ribuan penonton memberikan sambutan gemuruh dan aplaus panjang saat Alfred tampil di gedung pertunjukan legendaris ORF Radiokulturhaus (Großer Sendesaal), Wina, Austria, pada Kamis (1/10/2026).

Tampil sebagai solis utama, Alfred berkolaborasi dengan orkestra ternama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok. Di bawah arahan konduktor kawakan asal Amerika Serikat, Everett McCorvey, serta iringan violinis kenamaan Maria Solozobova, Alfred menunjukkan kelasnya dengan memainkan tuts piano solo selama 30 menit non-stop bersama 40 musisi orkestra kelas dunia.

Suasana auditorium berkapasitas hingga 2.000 penonton tersebut seketika gegap gempita usai nada terakhir bergetar. Pekikan “Bravo, bravo, bravo” terdengar dari berbagai sudut ruangan. Sebagai bentuk apresiasi, Alfred menyalami para pemain orkestra dan membungkukkan badan beberapa kali ke hadapan publik sebagai tanda terima kasih.

“Saya sangat bersyukur masih diberi kepercayaan oleh Yang Di Atas. Tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan di panggung musik klasik Eropa, apalagi bisa tampil dan disambut sedemikian hangat di panggung megah Wina seperti ini,” ujar Alfred penuh haru sesaat setelah turun dari panggung.

Detail Pertunjukan Alfred Young Sugiri di Eropa










Komponen Keterangan
Lokasi Utama ORF Radiokulturhaus, Wina, Austria
Waktu Penampilan Kamis, 1 Oktober 2026
Karya yang Dibawakan Mozart Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488
Kolaborator Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok
Konduktor Everett McCorvey (AS)
Durasi Solo 30 Menit Non-stop

Menaklukkan ‘Rumah’ Mozart

Bagi pianis kelahiran Bandung tahun 1991 ini, tampil di Wina membawa beban emosional tersendiri. Wina merupakan ibu kota musik klasik dunia, tempat para maestro seperti Mozart, Haydn, hingga Beethoven melahirkan karya monumental. Membawakan Mozart Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488 di kota asal sang komponis menjadi tantangan mental yang besar bagi Alfred.

“Wina adalah Kota Mozart. Ada sensasi ngeri karena saya memainkan karya Mozart langsung di ‘rumahnya’, seperti halnya seorang seniman yang memainkan gamelan Bali di Tabanan. Momen ini menjadi bukti bahwa musisi Indonesia mampu berdiri sejajar di kiblat musik klasik dunia,” tuturnya.

Sebelum memukau publik Wina, Alfred juga telah tampil dalam konser privat eksklusif di Hungaria pada 28 September 2026. Keberhasilannya menjaga standar estetika dan presisi musik klasik Eropa ini langsung membuahkan undangan resmi untuk kembali tampil dalam rangkaian konser orkestra dan chamber music di Eropa pada tahun depan.

Disiplin Fisik di Balik Layar

Kesuksesan Alfred tidak diraih secara instan. Ia menjalani program latihan fisik yang sangat disiplin, termasuk memangkas berat badan sebanyak 13 kilogram dalam waktu 1,5 bulan. Hal ini dilakukan demi menjaga kestabilan pernapasan dan pasokan oksigen ke otak saat memainkan teknik piano berkecepatan tinggi.

“Bermain piano itu menyatukan tubuh, jiwa, dan otak. Dengan stamina fisik yang prima, permainan piano jadi hidup, berkarakter, dan auranya muncul sehingga mampu menghanyutkan emosi pendengar,” jelasnya.

Melalui pencapaian ini, Alfred membawa misi besar untuk menginspirasi generasi muda Indonesia. Ia ingin membuktikan bahwa panggung orkestra dunia bukanlah wilayah yang mustahil untuk ditembus oleh bakat-bakat asal Tanah Air. Keberhasilan di Wina dan Hungaria ini menjadi babak baru bagi sang virtuoso untuk terus membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *