Pembaruan berkala Windows 11 versi 26H2 yang resmi digulirkan Microsoft membawa kejutan manis bagi para pengguna PC dan laptop. Tanpa woro-woro besar di panggung peluncuran, pembaruan under-the-hood ini ternyata membawa perombakan efisiensi memori (RAM management) yang sangat signifikan saat sistem dalam kondisi santai (idle).

Laporan dari pengujian Windows Latest dan diskusi hangat para pengguna di forum Reddit mengonfirmasi bahwa Windows 11 kini jauh lebih “ramah” terhadap pemakaian RAM, sekaligus menyuntikkan fitur penyorot performa bernama Low Latency Profile.

Di tengah situasi harga komponen RAM dan hardware yang masih melambung tinggi, pembaruan ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan.

Baca juga: Siap-siap! Windows 11 Dikabarkan Bakal Hapus Driver Printer Lama!

Pemakaian RAM Idle Anjlok Hingga 3 GB

Berdasarkan pengujian independen pada perangkat laptop berkapasitas RAM 16 GB, sistem operasi yang biasanya memakan memori sekitar 10 GB saat idle (tanpa membuka aplikasi berat), kini turun drastis menjadi hanya 7 GB. Dari jumlah tersebut, sekitar 4 GB dialokasikan sebagai cache sistem dan menyisakan 8,8 GB memori bersih yang siap digunakan.

Beberapa pengguna di Reddit bahkan melaporkan adanya penurunan konsumsi memori latar belakang mencapai 2 GB hingga 3 GB setelah melakukan pembaruan ke versi 26H2.

Update Windows 11 26H2 Hemat RAM 3GB & Aplikasi Buka Sat-Set!Update Windows 11 26H2 Hemat RAM 3GB & Aplikasi Buka Sat-Set!

Konsumsi RAM Idle Laptop 16 GB

  • Sebelum Update (Windows 11 Lama) : ~10 GB Terpakai
  • Setelah Update (Windows 11 26H2) : ~7 GB Terpakai

Microsoft menegaskan bahwa alokasi memori di latar belakang tidak selalu berarti pemborosan. Windows sengaja menyimpan cache layanan dan aplikasi yang sering dipakai ke dalam RAM agar saat pengguna mengkliknya, aplikasi bisa terbuka secara instan (instantaneous response).

Namun pada pembaruan 26H2 ini, Microsoft berhasil melakukan penyelarasan ulang (fine-tuning): memangkas telemetry serta proses latar belakang yang tak perlu, sambil menyisakan ruang kosong memori yang jauh lebih lega untuk kebutuhan multitasking.

Fitur ‘Low Latency Profile’: Buka Aplikasi Lebih Cepat 70%

Selain hemat RAM, Microsoft juga memperluas jangkauan fitur Low Latency Profile ke hampir seluruh aplikasi pihak ketiga (third-party apps).

Bagaimana cara kerjanya? Begitu pengguna mengklik sebuah aplikasi, sistem secara otomatis memberi perintah ke prosesor (CPU) untuk mendongkrak kecepatannya ke batas maksimal (max boost frequency) selama 1 hingga 3 detik.

Dampaknya pada Penggunaan Harian:

  • Menu Sistem & Explorer: Komponen antarmuka seperti Start Menu, Context Menu (klik kanan), dan File Explorer merespons hingga 70% lebih cepat.
  • Aplikasi Produktivitas: Peramban web seperti Microsoft Edge dan aplikasi email Outlook terbuka 40% lebih kencang.

Hadirnya fitur ini sangat menguntungkan bagi pengguna PC dengan spesifikasi prosesor kelas entry-level atau menengah, karena jeda waktu (delay) saat membuka aplikasi kini berkurang drastis tanpa perlu mengganti prosesor baru.

Langkah Microsoft mengoptimalkan efisiensi memori dan responsivitas di Windows 11 26H2 membuktikan bahwa peningkatan performa tidak selalu harus didapatkan dengan cara membeli hardware baru. Bagi pengguna PC dengan spesifikasi RAM 8 GB hingga 16 GB, pembaruan ini memberikan ruang bernapas yang jauh lebih lega untuk aktivitas harian, editing, maupun gaming.




Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *