
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan total 299 rumah warga serta puluhan fasilitas umum mengalami kerusakan menyusul gempa bumi bermagnitudo (M) 6,1 yang mengguncang Pulau Sumba pada Minggu (4/10).
Kepala BPBD NTT, Mahidin Sibarani, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemutakhiran data per Selasa (6/10) pukul 08.00 Wita, dampak guncangan ini dirasakan di tiga wilayah kabupaten, meliputi Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur.
“Data sementara yang kami terima, terdapat satu orang mengalami luka-luka dan 299 Kepala Keluarga (KK) terdampak atau menderita akibat gempa,” kata Mahidin di Kupang, Selasa (6/10).
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 06.55 Wita dengan titik pusat terletak sekitar 14 kilometer barat daya Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada kedalaman 10 kilometer. BPBD memastikan bahwa aktivitas tektonik ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Rincian Tingkat Kerusakan Bangunan
Berdasarkan klasifikasi tingkat kerusakan, dari total 299 unit rumah yang terdampak, rinciannya adalah sebagai berikut:
- Rusak berat: 4 unit rumah
- Rusak sedang: 13 unit rumah
- Rusak ringan: 282 unit rumah
Selain permukiman warga, dampak gempa juga merusak sejumlah infrastruktur publik. Data BPBD NTT mencatat fasilitas umum yang terdampak mencakup:
| Jenis Fasilitas Umum | Jumlah Kerusakan |
|---|---|
| Fasilitas Kesehatan | 7 unit |
| Fasilitas Pendidikan | 9 unit |
| Rumah Ibadah | 8 unit |
| Kantor Pemerintahan/Swasta | 2 unit |
Proses Validasi dan Imbauan Kewaspadaan
Mahidin menambahkan bahwa angka-angka tersebut bersifat dinamis. Tim di lapangan masih terus melakukan penyisiran dan verifikasi lanjutan untuk memastikan seluruh kerugian material maupun non-material terdata dengan akurat.
“Kami terus melakukan pemutakhiran data bersama BPBD kabupaten dan pihak terkait untuk memastikan seluruh dampak gempa dapat teridentifikasi,” ujarnya. (Ant/E-4)
Imbauan BPBD: Masyarakat di daerah terdampak diminta agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga juga diingatkan untuk hanya merujuk pada saluran informasi resmi pemerintah serta mengabaikan kabar yang belum jelas kebenarannya (hoaks).
