Rutan Depok Investigasi Video Viral Pria Diduga Pesta Narkoba
ilustrasi(Antara)

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok angkat bicara mengenai video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pria diduga tengah berjoget dan mengonsumsi narkoba. Ruangan dalam video tersebut ditengarai berada di lingkungan pemasyarakatan wilayah Depok.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Depok, Bogi Nurseto, menegaskan bahwa saat ini tim internal tengah bergerak melakukan pendalaman, pemeriksaan, serta penelusuran secara intensif. Langkah ini diambil untuk memverifikasi kebenaran rekaman video yang telah memicu keresahan masyarakat tersebut.

“Kami jajaran pejabat struktural Rutan Kelas I Depok sudah menerima adanya berita informasi yang saat ini beredar di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat. Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini kami melaksanakan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran secara internal untuk memastikan yang sebenarnya,” ujar Bogi melalui keterangannya, Minggu (4/10).

Bogi menegaskan bahwa pihak rutan tidak akan tinggal diam atau mengabaikan aduan masyarakat. Setiap laporan, aduan, maupun potongan video yang beredar akan ditelusuri secara profesional berdasarkan bukti material di lapangan.

Ia menambahkan, proses investigasi mendalam ini berjalan seiring dengan langkah evaluasi serta pengetatan pengawasan keamanan guna menjaga integritas rutan.

“Kami tidak mengabaikan setiap informasi yang disampaikan masyarakat. Setiap informasi menjadi perhatian dan kami tindak lanjuti berdasarkan fakta serta hasil pengecekan di lapangan. Untuk itu, saat ini kami masih melakukan pendalaman investigasi,” kata Bogi.

Langkah ini, lanjut Bogi, selaras dengan instruksi tegas dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dalam mengikis habis pelanggaran di lingkungan rutan dan lapas.

“Kami juga terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan untuk memastikan seluruh pelaksanaan tugas pelayanan, keamanan, dan ketertiban di Rutan Depok berjalan sesuai dengan arahan pimpinan, yaitu zero halinar: bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba,” pungkas Bogi.

Sebelumnya, beredar di media sosial video yang memperlihatkan sejumlah pria berada di dalam sebuah ruangan dengan iringan musik keras. Dalam rekaman tersebut, salah seorang pria terlihat memegang botol yang diduga digunakan sebagai alat pengisap sabu atau bong. Narasi yang menyertai video menyebut lokasi kejadian berada di Lapas Depok.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *