Rupiah Melemah ke Rp17.917 Imbas Konflik Ansarullah-Arab Saudi
Ilustrasi rupiah melemah terhadap dolar AS 10 Oktober 2026(Antara Foto)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (5/10/2026). Rupiah terkoreksi seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara kelompok Ansarullah di Yaman dengan Arab Saudi.

Berdasarkan data pasar pada penutupan perdagangan Senin pukul 16.18 WIB, rupiah melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp17.882 per dolar AS.

Ringkasan Pergerakan Rupiah (5 Oktober 2026):








Indikator Nilai
Kurs Penutupan Pasar Rp17.917 per Dolar AS
Pelemahan 35 Poin (0,20%)
Kurs JISDOR Bank Indonesia Rp17.917 per Dolar AS
Kurs JISDOR Sebelumnya Rp17.898 per Dolar AS

Dampak Konflik Ansarullah dan Arab Saudi

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menjelaskan bahwa faktor utama penekan rupiah hari ini adalah eskalasi militer di Yaman. Kelompok Ansarullah dilaporkan telah meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais.

“Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi menyatakan akan meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali seluruh wilayah negara yang dikuasai oleh kelompok tersebut,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Meskipun pihak Arab Saudi belum memberikan konfirmasi resmi terkait serangan tersebut, pasar merespons dengan kekhawatiran tinggi terhadap stabilitas produksi minyak di negara pengekspor utama tersebut. Pihak Ansarullah mengklaim serangan ini merupakan balasan atas 50 serangan udara yang dipimpin Saudi dalam 12 jam terakhir.

Sentimen Global dan Data Ekonomi AS

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga bersikap waspada menantikan sejumlah agenda ekonomi penting dari Amerika Serikat pekan ini. Fokus investor tertuju pada rilis data ISM Services PMI, data ketenagakerjaan mingguan, serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru.

Data sentimen konsumen dari University of Michigan juga menjadi indikator yang dipantau ketat untuk memprediksi arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Ketidakpastian global ini membuat dolar AS cenderung menguat sebagai aset aman (safe haven), yang pada gilirannya memberikan tekanan tambahan bagi nilai tukar rupiah.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin ini turut mencatat pelemahan ke level Rp17.917 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.898 per dolar AS. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *