Kapal Mati Mesin di Tengah Laut, 5 Pemancing di Sangatta Diselamatkan Polisi
Personel Satpolairud ketika mengevakuasi satu dari lima pemancing di perairan Sangatta.(Doc Humas Polres Kutim)

LIMA orang pemancing berhasil diselamatkan personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (4/9/2026) di perairan Sangatta, setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di tengah laut dan tidak bisa dihidupkan kembali sehingga mereka terombang-ambing dihantam ombak.

“Respons cepat ditunjukkan personel Satpolairud Polres Kutai usai menerima informasi peristiwa kapal pemancing yang mengalami trouble engine di perairan Sangatta. Kelima pemancing tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke daratan,” ujar Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah melalui Kasat Polairud Polres Kutim Iptu Herianto.

Ia mengungkapkan, informasi insiden tersebut diterima Satpolairud sekitar pukul 16.15 Wita dari masyarakat nelayan. Dilaporkan jika kapal ketinting yang membawa lima orang pemancing mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan selama kurang lebih dua jam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, katanya, personel Satpolairud Polres Kutim langsung bergerak menuju lokasi kejadian, guna melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Setibanya di lokasi, petugas menemukan kapal beserta seluruh penumpangnya dalam kondisi membutuhkan bantuan.

Selain mengevakuasi lima orang yang berada di kapal tersebut, lanjut Herianto, pihaknya juga melakukan evakuasi kapal yang membawa para pemancing ini dengan cara di tarik menuju Dermaga Kenyamukkan

“Seluruh pemancing dan kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam peristiwa tersebut,” sebut Herianto.

Ia mengatakan, langkah cepat dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat, khususnya pengguna transportasi dan aktivitas di wilayah perairan.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel langsung menindaklanjuti dan menuju lokasi. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan seluruh pemancing, kemudian mengevakuasi kapal yang mengalami gangguan mesin,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi mesin, kelengkapan keselamatan, serta memastikan kesiapan kapal sebelum berangkat.

Polisi, tukasnya, hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan pertolongan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Ini merupakan bagian dari pelayanan kepolisian sebagai Polisi Penolong.

“Setelah seluruh pemancing dan kapal tiba di Dermaga Kenyamukkan, situasi dinyatakan aman dan terkendali. Kami mengimbau, agar masyarakat yang beraktivitas di perairan agar segera melapor apabila menghadapi kondisi darurat sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” pungkasnya. (EM)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *