Empat Hari Berturut-turut, Jembatan Utama Kyiv Dihantam Serangan Drone Rusia
Rusia mengintensifkan serangan ke infrastruktur vital Kyiv. Dua jembatan utama rusak dan mengganggu mobilitas harian warga di tengah kunjungan Kanselir Jerman.(Media Sosial X)

PASUKAN Rusia mengintensifkan gempuran terhadap infrastruktur vital di ibu kota Ukraina. Selama empat hari berturut-turut, jembatan-jembatan utama yang melintasi Sungai Dnipro di Kyiv menjadi sasaran tembak serangan drone (pesawat nirawak) Rusia.

Pada Minggu pagi, Jembatan Pivnichnyi (Utara) dihantam untuk hari kedua secara beruntun hingga melukai dua orang. Rekaman video yang diverifikasi BBC memperlihatkan sebuah drone menabrak jalur lalu lintas saat kendaraan sedang melintas, memicu ledakan besar, serta meninggalkan lubang menganga di tengah jalan. Sebelumnya, Jembatan Pivdennyi (Selatan) juga beberapa kali dihantam serangan serupa.

Hingga saat ini, kedua jembatan tersebut memang masih berdiri tegak. Para ahli menilai serangan drone tidak akan merobohkan struktur jembatan secara langsung. Namun, gempuran berulang kali berpotensi melemahkan struktur bangunan dan memaksa penutupan akses total.

Dampaknya langsung dirasakan oleh warga. Delapan jembatan di atas Sungai Dnipro merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan wilayah barat dan timur Kyiv. Setiap harinya, sekitar 500.000 kendaraan melintasi jembatan tersebut. Pembatasan lalu lintas pun memicu kemacetan parah di berbagai titik kota.

“Untuk bepergian dari tepi kiri ke tepi kanan dan sebaliknya, rasanya seperti di neraka,” ujar seorang warga Kyiv bernama Roman.

Untuk menjaga konektivitas kota, tim perbaikan dikerahkan secara intensif. Pemerintah setempat juga mulai merencanakan pembuatan jembatan ponton sementara, layanan feri, hingga penyediaan jalur terowongan di bawah sungai.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, memperingatkan bahwa kota itu kini berada dalam “situasi yang sangat dramatis” akibat gempuran yang menargetkan logistik, pemukiman, dan infrastruktur energi. Selain merusak jembatan, serangan drone Rusia juga merusak pipa saluran pemanas utama yang menyebabkan terhentinya pasokan air panas secara sementara di distrik Desnyanskyi.

Serangan udara Rusia meluas ke sejumlah wilayah lain. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut satu orang tewas akibat serangan drone di gudang wilayah Sumy, sementara enam orang lainnya luka-luka usai fasilitas komunikasi di Kota Dnipro dihantam peluru kendali. Angkatan Udara Ukraina melaporkan berhasil menjatuhkan 125 dari total 135 drone yang diluncurkan Rusia sepanjang malam.

Kunjungan Mendadak Kanselir Jerman

Eskalasi serangan ini terjadi bersamaan dengan kunjungan mendadak Kanselir Jerman Friedrich Merz ke Kyiv. Saat Merz meninjau gedung Akademi Ilmu Pengetahuan Ukraina yang rusak akibat serangan drone beberapa hari sebelumnya, sirine peringatan bahaya udara kembali bergema di seluruh penjuru kota.

Merz menegaskan komitmen Jerman untuk terus berdiri di samping Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.

“Ukraina sedang menghadapi minggu-minggu yang krusial. Itulah mengapa saya datang ke Kyiv hari ini dengan pesan: Anda bisa mengandalkan kami,” tulis Merz di platform X. “Keamanan Jerman juga bergantung pada hasil perang ini. Oleh karena itu, kami membantu demi kepentingan kami sendiri.”

Dalam kunjungan tersebut, Zelensky mengumumkan kesepakatan paket bantuan baru dari Jerman senilai lebih dari €1,3 miliar (sekitar Rp22 triliun). Bantuan ini mencakup pasokan senjata mendesak dan dukungan sektor energi jelang musim dingin.

Ancaman Eskalasi Serangan

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan akan terus meningkatkan intensitas serangan di seluruh Ukraina. Langkah ini diklaim sebagai balasan atas pernyataan Zelensky yang berjanji memperluas serangan ke kilang-kilang minyak Rusia.

Di tengah situasi yang memanas, Kementerian Luar Negeri Rusia kembali mengeluarkan peringatan agar warga negara asing dan diplomat segera meninggalkan Kyiv. Namun, perwakilan diplomatik Barat menolak imbauan tersebut.

Duta Besar Uni Eropa untuk Ukraina, Katarína Mathernová, menegaskan bahwa Delegasi UE akan tetap bertahan di Kyiv.

“Mengancam kami tidak akan menghentikan dukungan Eropa untuk Ukraina. Ini justru mengingatkan kita mengapa dukungan tersebut begitu penting!” tegas Mathernová. (BBC/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *