
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra masih terus meningkat. Dari pantauan terakhir satelit, terdeteksi sebanyak 2.804 titik panas di Sumatra dengan jumlah terbesar masih didominasi Sumatra Selatan (Sumsel) sebanyak 2.196 titik panas.
Forecaster on duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Ranti Kurniati mengatakan selain Sumsel dengan sebanyak 2.196 titik panas, Bangka Belitung (Babel) juga terbilang cukup besar yaitu sebanyak 296 titik panas, Lampung sebanyak 185 titik panas, dan Jambi sebanyak 114 titik panas, Riau sebanyak tujuh titik panas, Sumatra Barat (Sumbar) sebanyak tiga titik panas, Kepulauan Riau sebanyak dua titik panas, dan Bengkulu sebanyak satu titik panas.
“Sehingga total jumlah titik panas di Sumatra mencapai 2.804 titik,” ujarnya, Senin (5/10).
Adapun sebanyak tujuh titik panas di Riau terpantau tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak tiga titik panas, Kemudian Kuantan Singingi (Kuansing), Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hulu (Inhu) dengan masing-masing sebanyak satu titik panas.
Sementara hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi meluas hampir di seluruh wilayah Riau terutama pada sore hingga malam hari. Hujan juga masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah hingga dini hari.
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sudah terjadi pada pagi hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kabupaten Kampar.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Pelalawan, Inhil, Kampar, Rokan Hilir (Rohil), Rohul, Bengkalis, dan Kota Dumai.
Pada sore hingga malam hari, potensi hujan semakin meluas. BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi hampir di seluruh wilayah Riau. Kondisi udara pada periode tersebut berpotensi mengalami kekaburan akibat asap hingga berawan.
Sedangkan pada dini hari, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kuansing, Bengkalis, Siak, dan Kota Pekanbaru. Kondisi udara secara umum diprakirakan kabur hingga berawan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rohil, Rohul, Bengkalis, Kuansing, Kampar, dan Kota Dumai.
Potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi pada sore serta malam hingga dini hari. Masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diimbau mewaspadai perubahan cuaca, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Adapun tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam kategori rendah.
“Untuk kondisi umum, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50-100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam,” pungkas Ranti. (Z-2)
