Kenali Pemicu Eksim untuk Cegah Kekambuhan Menurut Ahli
Ilustrasi(Magnific.com)

EKSIM atau eczema merupakan kondisi kulit yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan bersifat residif atau berulang. Oleh karena itu, memahami faktor pemicu serta kondisi kulit secara personal menjadi kunci utama dalam mencegah kekambuhan (flare-up).

Dokter Spesialis Kulit, dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE, menjelaskan bahwa penanganan eksim tidak boleh hanya berfokus pada meredakan keluhan saat gejala memburuk. Mengingat penyebabnya yang bersifat multifaktorial, pendekatan yang komprehensif sangat diperlukan.

“Pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien. Perlu diingat, mencegah kekambuhan eksim melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati eksim saat kambuh,” ujar dr. Tomi dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Faktor Pemicu yang Beragam

Dokter lulusan Universitas Padjajaran tersebut memaparkan bahwa perjalanan setiap pasien eksim bersifat unik. Munculnya gejala atau flare-up dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, kondisi dasar kulit, faktor lingkungan, hingga perubahan fisiologis di dalam tubuh.

Kebutuhan kulit seseorang juga tidak statis dan dapat berubah seiring bertambahnya usia. Salah satu fase yang perlu diwaspadai adalah perubahan hormonal pada wanita, seperti saat memasuki fase perimenopause, menopause, hingga postmenopause. Perubahan ini secara signifikan memengaruhi kondisi dan kebutuhan hidrasi kulit.

Dampak Emosional dan Peran Keluarga

Dermatolog dari ERHA Ultimate ini juga menekankan bahwa eksim bukan sekadar masalah estetika kulit. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, aktivitas sehari-hari, hingga stabilitas emosional pasien. Oleh karena itu, dukungan keluarga atau caregiver sangat krusial dalam proses perawatan jangka panjang.

Fitri Said, seorang ibu yang mendampingi anak dengan eksim, berbagi pengalaman mengenai pentingnya adaptasi gaya hidup. Menurutnya, keluarga harus terlibat aktif dalam mengenali pola perubahan kulit anak, menyesuaikan aktivitas harian, dan mendampingi setiap tahapan perawatan agar periode flare-up dapat diminimalisir.

Catatan Penting: World Atopic Eczema Day diperingati setiap 14 September sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak eksim atopik terhadap pasien dan pendampingnya.

Edukasi mengenai pengelolaan eksim ini disampaikan dalam talkshow bertajuk “Beyond the Flare, Every Skin Has a Story” yang diselenggarakan di ERHA Center Iskandarsyah, Jakarta, pada Jumat (25/9), dalam rangka memperingati World Atopic Eczema Day 2026. (Ant/H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *