
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Wilayah Jawa Barat (Jabar) untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada 5-11 Oktober 2026. Cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi secara lokal dengan durasi singkat.
Berdasarkan Prospek Cuaca Mingguan BMKG, secara umum sebagian wilayah Jabar masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Namun, pada awal pekan terdapat peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Pada Senin (5/10), potensi tersebut diprakirakan terjadi di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Sukabumi, dan Cianjur.
Sehari berikutnya, Selasa (6/10), potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kabupaten Bandung. Sementara itu, pada Rabu (7/10), wilayah yang perlu mewaspadai kondisi serupa ialah Kabupaten Karawang dan Garut.
BMKG tidak mencatat potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada Kamis hingga Minggu (8-11/10). Kepala BMKG Jabar, Rakhmat Prasetia melalui keterangannya Minggu (4/10) menyatakan, peluang pertumbuhan awan konvektif masih terbuka pada awal pekan, tetapi potensi hujan diprakirakan menurun signifikan menjelang akhir pekan.
Kondisi atmosfer global turut memengaruhi perkembangan cuaca di Jabar. Indeks ENSO berada pada +2,72 yang mengindikasikan kondisi El Niño sangat kuat. Selain itu, fase Indian Ocean Dipole (IOD) positif dan tren menguatnya Monsun Australia berpotensi membatasi suplai uap air ke wilayah Indonesia.
“Meski demikian, kelembapan udara pada lapisan 850-500 milibar masih berada pada kisaran 30%-80%. Kondisi tersebut, ditambah labilitas atmosfer lokal kategori ringan hingga sedang, masih memungkinkan terbentuknya awan konvektif dan hujan lokal. Dalam analisis cuaca pada 27 September-3 Oktober 2026, BMKG mencatat hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat terjadi di sejumlah wilayah Jabar,” jelasnya.
Menurut Rakhmat, hujan sedang hingga sangat lebat tercatat di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Karawang, Sukabumi, Cianjur. Purwakarta, Subang, Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung. Sumedang, Majalengka, Kuningan, Garut, Ciamis, serta Tasikmalaya. Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan terpantau di sebagian wilayah Indramayu, Cirebon, dan Bekasi.
“Sementara kondisi kering akibat El Niño kuat dan fase IOD positif dalam sepekan terakhir masih diimbangi pertumbuhan awan hujan di Jabar. Melemahnya Monsun Australia, suhu perairan yang relatif hangat, serta aktifnya Gelombang Rossby hingga 29 September turut meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan,” bebernya.
Waspada Bencana
BMKG kata Rakhmat, mengimbau masyarakat dan instansi terkait tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat memicu bencana hidrometeorologis, seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat diminta tetap tenang tetapi siaga dengan mengenali risiko di lingkungan sekitar.
“Warga juga diimbau memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan serta protokol evakuasi pemerintah daerah apabila terjadi bencana. Kehati-hatian juga diperlukan dalam merencanakan perjalanan, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui aplikasi InfoBMKG,” sambungnya. (AN/E-4)
