
PENGUATAN infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), dinilai dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Selatan Provinsi Jabar tersebut. Ketersediaan listrik yang andal berpeluang besar mendorong aktivitas usaha, hilirisasi komoditas lokal, hingga menarik minat investasi.
Ekonom dan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad), Akuat Supriyanto, berpendapat bahwa listrik kini telah menjadi bagian krusial dari infrastruktur ekonomi. Hal ini dikarenakan hampir seluruh aktivitas usaha membutuhkan energi untuk menjalankan proses produksi maupun layanan.
“Listrik ini punya pengaruh atau faktor yang besar sekali untuk dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Akuat pada Kamis (2/10).
Menurutnya, penguatan sistem kelistrikan di Jampang Kulon memiliki arti strategis bagi pengembangan ekonomi kawasan. Pasokan listrik yang memadai dapat menopang pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari UMKM, pertanian, perikanan, perdagangan, hingga industri pengolahan. Keandalan pasokan juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.
“Bukan hanya aksesnya terbuka, tetapi keandalan dan keberlanjutannya juga diperhatikan,” terangnya.
Akuat menilai penguatan energi dapat membuka peluang hilirisasi komoditas lokal. Produk pertanian, perkebunan, dan perikanan tidak lagi hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah lebih lanjut sehingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Namun, ia menekankan bahwa manfaat penguatan kelistrikan akan lebih optimal apabila diikuti dengan pembangunan ekosistem usaha yang kuat. Pemerintah daerah perlu menghubungkan pengembangan infrastruktur dengan potensi ekonomi lokal, sementara dunia usaha diharapkan mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Ketersediaan energi juga menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat daya tarik investasi. Meski demikian, investor tetap mempertimbangkan aspek lain, seperti konektivitas transportasi, akses pasar, kualitas sumber daya manusia, dan kepastian regulasi,” bebernya.
Oleh karena itu, penguatan kelistrikan Jampang Kulon perlu ditempatkan dalam perencanaan pembangunan kawasan yang terintegrasi. Di sisi lain, Akuat mendorong agar potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di Jawa Barat terus dikaji sebagai bagian dari pengembangan sistem energi jangka panjang. Potensi tenaga surya, air, dan panas bumi dapat dikembangkan sesuai kelayakan serta karakteristik masing-masing wilayah.
Ia juga menekankan pentingnya literasi publik agar masyarakat memahami peluang pemanfaatan energi secara produktif. Kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan institusi pendidikan dinilai dapat memperkuat pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Jampang Kulon memiliki peluang untuk berkembang apabila penguatan energi diikuti dengan pengembangan sektor produktif dan peningkatan kapasitas masyarakat,” tandasnya.
Dengan dukungan tersebut, infrastruktur kelistrikan diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi hilirisasi komoditas, pertumbuhan UMKM, peningkatan investasi, dan akselerasi ekonomi di wilayah Selatan Sukabumi. (H-3)
