
PRESIDEN Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Di antara nama yang dilantik terdapat mantan petinggi Polri, yakni Listyo Sigit Prabowo, Dedi Prasetyo, dan Mohammad Fadil Imran, yang harta kekayaannya kini menjadi sorotan publik melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data LHKPN periodik 2025 yang dilaporkan pada Maret 2026, mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan memiliki total harta Rp15,34 miliar. Kekayaan Sigit didominasi oleh tiga aset tanah dan bangunan di Semarang, Tangerang, dan Jakarta Timur senilai Rp6,15 miliar, serta kas dan setara kas mencapai Rp7,32 miliar. Ia juga tercatat memiliki dua unit Toyota Fortuner keluaran 2018 dan 2019.
Sementara itu, mantan Wakapolri Dedi Prasetyo yang dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional memiliki kekayaan sekitar Rp13,05 miliar. Dedi melaporkan kepemilikan lima aset tanah dan bangunan di berbagai wilayah seperti Madiun, Surabaya, hingga Palangka Raya dengan nilai total Rp10,35 miliar. Koleksi kendaraannya mencakup Toyota Land Cruiser 1998 hingga Honda CRV 2019 dengan total nilai Rp1,15 miliar.
Adapun Mohammad Fadil Imran, mantan Astama Ops Kapolri yang kini menjabat Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, tercatat memiliki harta Rp9,96 miliar. Aset terbesarnya berupa kas dan setara kas senilai Rp6,23 miliar, ditambah tiga aset tanah di Bekasi dan Bandar Lampung senilai Rp3,13 miliar. Fadil juga melaporkan kepemilikan satu unit mobil Toyota Zenix tahun 2023.
Pelantikan ini menandai transisi kepemimpinan di tubuh Polri dan lembaga negara lainnya. Bersamaan dengan itu, Presiden Prabowo juga melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Sigit, serta Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. (Ant/Z-10)
