Pengelolaan Sampah di Kawasan Industri Pulogadung Diperkuat dari Sumber
Pengelolaan sampah di kawasan Industri Pulogadung diperkuat sejak dari sumbernya.(Dok.Istimewa)

PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) memperkuat pengelolaan sampah di Kawasan Industri Pulogadung dengan mendorong pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumber. Langkah tersebut merupakan dukungan terhadap Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Direktur Utama JIEP Dharma Satriadi mengatakan pengelolaan sampah dari sumber penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

“Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 memberikan arah yang jelas bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya. Bagi JIEP, hal tersebut sejalan dengan peran kami sebagai pengelola kawasan industri,” ujar Dharma.

Di Kawasan Industri Pulogadung, JIEP menerapkan pengelolaan sampah melalui tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R). Pengelolaan dilakukan dengan mendorong pemilahan sampah serta mengolah sampah organik menjadi kompos.

Kompos yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan kawasan dan kebutuhan pembibitan tanaman. Sepanjang 2023 hingga 2026, produksi kompos melalui metode manual mencapai 50.572 kilogram atau sekitar 50,6 ton.

Sementara itu, pengolahan menggunakan mesin menghasilkan tambahan 4.040,8 kilogram atau sekitar 4 ton. Dengan demikian, total produksi kompos yang tercatat mencapai 54.612,8 kilogram atau sekitar 54,6 ton.

JIEP juga memperkuat edukasi dan kapasitas masyarakat serta pemangku kepentingan. Perusahaan berkolaborasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup memberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di sejumlah wilayah Jakarta.

Dukungan juga diberikan kepada masyarakat di wilayah sekitar kawasan melalui penyediaan sarana pemilahan berupa tempat sampah terpilah dan gerobak sampah bagi sekolah maupun lingkungan RT/RW. Penyediaan sarana tersebut disertai edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumber.

Selain itu, JIEP memberikan pelatihan kepada komunitas bank sampah dan melakukan edukasi pemilahan sampah secara internal kepada karyawan. Di lingkungan kawasan industri, JIEP mendorong pelaku usaha dan tenant untuk melakukan pemilahan serta pengolahan sampah. Upaya tersebut ditujukan untuk mengurangi volume sampah yang menjadi residu dan dikirim ke tempat pemrosesan akhir.

Dharma mengatakan pengurangan sampah yang berakhir di Bantargebang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. “Mengurangi sampah yang berakhir di Bantargebang tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pengelola kawasan, pelaku usaha, pekerja, pemerintah, sekolah, dan masyarakat agar pemilahan serta pengolahan sampah dapat berjalan secara konsisten sejak dari sumbernya,” katanya.

Menurut Dharma, pengelolaan sampah dari sumber tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kawasan, tetapi juga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Target akhirnya bukan hanya kawasan yang lebih bersih, tetapi bagaimana semakin banyak sampah yang dapat kita kelola dan manfaatkan kembali sebelum menjadi residu. Dengan kolaborasi yang konsisten, kami berharap kontribusi JIEP dapat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di Bantargebang sekaligus mendukung terciptanya Kawasan Industri Pulogadung yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya. (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *