Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 1 Oktober 2026: Hujan di Pegunungan
Gunung Slamet berawan terpantau dari Moga, Kabupaten Pemalang, pada Kamis (1/10).(MI/Akhmad Safuan)

SEBAGIAN besar wilayah di Jawa Tengah pada Kamis (1/10) berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Fenomena ini diprediksi terjadi terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi pada sore hingga awal malam hari.

Meskipun saat ini masih berada dalam periode musim kemarau, perubahan cuaca yang cukup signifikan mulai terlihat. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, menjelaskan bahwa meski pagi hingga siang hari cuaca cenderung cerah berawan, potensi hujan tetap ada di puluhan daerah.

“Masih berlangsung musim kemarau, tetapi hujan ringan-sedang pada hari ini berpotensi turun di sebagian besar daerah di Jawa Tengah,” ujar Farita Rachmawati, Kamis (1/10).

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan

Berdasarkan data BMKG, terdapat 21 daerah yang diprediksi akan mengalami perubahan cuaca. Berikut rincian wilayahnya:

  • Hujan Ringan-Sedang: Banjarnegara, Batang, Kajen, Pemalang, dan Slawi.
  • Hujan Ringan: Purwokerto, Purbalingga, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Blora, Ungaran, Temanggung, Kendal, Brebes, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.

Farita menambahkan, perubahan cuaca ini menyebabkan kondisi suhu udara terasa sedikit lebih hangat. Namun, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengingat banyaknya tanaman yang mengering akibat kemarau panjang. Suhu udara di Jawa Tengah sendiri berkisar antara 16-36 derajat celsius dengan kelembapan 40-95 persen, serta angin bertiup dari timur ke selatan berkecepatan 10-30 km/jam.

Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan

Selain kondisi cuaca di daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, menyebutkan gelombang tinggi terjadi di perairan utara meliputi kawasan Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, hingga Pati-Rembang. Sementara di perairan selatan, kondisi serupa terjadi mulai dari Cilacap hingga Purworejo.

“Waspada terhadap gelombang tinggi ini, cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama kapal nelayan dan tongkang saat kecepatan angin di atas 15 knot,” tegas Retna.

Info Pasang Surut: Meskipun gelombang tinggi menghantui, kabar baik datang dari fenomena rob di pesisir utara yang mulai mereda. Ketinggian maksimum air pasang tercatat hanya 0,8 meter pada pukul 24.00-06.00 WIB, yang berdampak pada menurunnya titik banjir di sejumlah daerah Pantura. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *