
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota tengah mendalami kasus dugaan perundungan dan penganiayaan yang melibatkan siswa senior terhadap junior di SMAN 3 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Hingga saat ini, pihak kepolisian mengidentifikasi tujuh terduga pelaku.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Januar Rangga Fardhela, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara intensif setelah pihaknya menerima laporan dari keluarga korban. Proses pemeriksaan saksi-saksi kini tengah berjalan dengan melibatkan pihak sekolah serta UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kami telah mengidentifikasi tujuh pelaku sebagai terduga perundungan dan penganiayaan di SMAN 3 Tasikmalaya. Aksi ini dipicu oleh motif senioritas di lingkungan sekolah,” ujar Januar Rangga Fardhela, Kamis (1/10/2026).
Januar menambahkan, insiden tersebut terjadi di warung kopi yang lokasinya tidak jauh dari area sekolah. Berdasarkan keterangan awal, motif tindakan tersebut bermula dari tradisi senioritas.
Para senior kelas 11 dan 12 awalnya bermaksud memberikan peringatan kepada junior kelas 10 yang dianggap melakukan pelanggaran. Namun tindakan yang dilakukan menjadi tidak terukur hingga berujung pada penganiayaan.
Pihak kepolisian juga terus membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota, guna mengawal penanganan kasus ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur sembari memberikan pendampingan psikologis bagi korban.
Menanggapi kejadian tersebut, istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rani Permayani, menyatakan keprihatinannya. Ia menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para senior tersebut karena dampak perundungan sangat berbahaya bagi kesehatan mental anak.
“Dugaan tindakan perundungan maupun penganiayaan ini dapat menyebabkan gangguan mental dan psikologis anak terganggu. Dampaknya menimbulkan trauma,” kata Rani.
Ia mengapresiasi langkah sekolah yang memberikan solusi berupa konseling bagi korban. Rani berharap kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi orang tua dan pihak sekolah dalam mendidik karakter siswa agar tetap berakhlak baik dan berprestasi tanpa adanya kekerasan.
Hingga berita ini diturunkan, Unit PPA Polres Tasikmalaya Kota masih terus mendalami peran masing-masing terduga pelaku guna menentukan langkah hukum selanjutnya. (I-2)
