
Corporate Forum for CSR Development (CFCD) menyelenggarakan rangkaian ajang bergengsi Penganugerahan Perempuan Berbakti Award (PBA) ke-2, Indonesian CSR Awards (ICA) ke-10, dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) ke-9 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Mengusung tema “Responsible Business in Supporting Asta Cita”, perhelatan ini menjadi bentuk apresiasi bagi perusahaan, komunitas, individu, serta pemangku kepentingan yang konsisten menjalankan praktik bisnis bertanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan.
Ketua Umum CFCD, Ir. Thendri Supriatno, MBA, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni apresiasi. Ia menekankan pentingnya mendorong program CSR dan keberlanjutan yang berbasis pada bukti (evidence), dampak, inovasi, serta kolaborasi.
“Kami ingin memastikan CSR dan keberlanjutan tidak berhenti pada komitmen dan narasi, tetapi dapat dibuktikan melalui dampak nyata dan keberlanjutan program. CFCD mengajak dunia usaha memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Thendri.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal CFCD, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.Si., menambahkan bahwa integrasi antara strategi perusahaan dan kebutuhan masyarakat adalah kunci. Menurutnya, program CSR harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan melibatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., serta Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo J.E., S.T. Hadir pula Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D., dan Deputi Bidang Tata Lingkungan KLH/BPLH, Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc.
Pungkas Bahjuri Ali menyatakan bahwa dunia usaha memiliki kapasitas besar dalam menghadirkan inovasi dan teknologi untuk menjawab persoalan pembangunan. “Praktik CSR yang selaras dengan SDGs perlu diperkuat agar menghasilkan dampak terukur bagi masyarakat dan lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, Sigit Reliantoro menekankan pentingnya menjaga daya dukung lingkungan. Ia berharap dunia usaha tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, tetapi juga pada pencegahan dampak lingkungan dan keberlanjutan ekosistem agar menjadi bagian dari budaya bisnis.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyoroti peran krusial perempuan sebagai penggerak perubahan. Ia mendorong program CSR untuk lebih memperkuat kapasitas, kemandirian ekonomi, serta kepemimpinan perempuan di berbagai sektor.
Di sisi lain, Kepala BSN Donny Purnomo menekankan bahwa standardisasi sangat penting untuk memperkuat akuntabilitas. Standardisasi membantu organisasi menerjemahkan komitmen keberlanjutan ke dalam proses yang konsisten dan terukur.
Dalam kesempatan tersebut, CFCD memberikan penghargaan khusus BAKTI Perempuan Bagi Negeri kepada tiga tokoh inspiratif yakni Dra. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. (Women of Excellence in Inspirational Leadership for the Nation), Erma Melina Sarahwati, Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (Women of Excellence in Corporate Leadership Driving Energy Security) dan AKBP Heti Patmawati, Wadir Reskrimum Polda Lampung (Women of Excellence in Police Leadership).
Puncak penganugerahan ini diikuti oleh lebih dari 100 perusahaan dengan total 275 peserta. Ajang ini merupakan kulminasi dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Februari 2026. (H-2)
