Transaksi Fesyen Tumbuh 70%, Brand Lokal Perluas Pasar
Nilai transaksi produk fesyen di TikTok Shop by Tokopedia terus tumbuh.(Dok.Istimewa)

NILAI transaksi produk fesyen di TikTok Shop by Tokopedia tumbuh 70% pada Semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong pemanfaatan discovery commerce, yakni perdagangan berbasis penemuan produk melalui konten digital, video pendek, dan siaran langsung (LIVE).

Untuk memperluas peluang bisnis fesyen lokal, TikTok Shop menghadirkan Fashion Playground yang mempertemukan pelaku usaha, kreator konten, dan konsumen dalam satu ekosistem perdagangan daring dan luring.

President Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan, discovery commerce berpotensi mempercepat pertumbuhan industri fesyen lokal karena memudahkan produk ditemukan oleh konsumen melalui konten digital.

“Melalui video pendek maupun sesi LIVE di TikTok, produk penjual di Tokopedia dan TikTok Shop, termasuk kategori fesyen, makin mudah ditemukan lebih banyak masyarakat,” kata Stephanie.

Menurut dia, Fashion Playground menjadi salah satu upaya membantu brand fesyen lokal memanfaatkan kekuatan konten untuk memperluas jangkauan konsumen dan mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri fesyen nasional. Kementerian Perindustrian mencatat produk domestik bruto (PDB) sektor fesyen dan kriya mencapai Rp120,13 triliun pada triwulan I 2026, tumbuh 7,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor ini juga menyerap 3,69 juta tenaga kerja dari 1,75 juta industri kecil dan menengah (IKM).

Peran kreator konten turut memperkuat pertumbuhan perdagangan fesyen di platform tersebut. Pada Semester I 2026, jumlah kreator fesyen meningkat 74%, sedangkan nilai transaksi yang dihasilkan kreator fesyen naik 95% dibandingkan Semester I 2025.

Kategori pakaian pria, pakaian wanita, dan aksesori tercatat sebagai kelompok produk fesyen dengan pertumbuhan transaksi tertinggi.

Pertumbuhan juga menjangkau berbagai daerah. Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Gorontalo menjadi sejumlah wilayah dengan peningkatan nilai transaksi produk fesyen tertinggi sepanjang 2026 melalui ekosistem tersebut.

Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan peluang itu ialah ANTARESTAR. Brand fesyen lokal tersebut mencatat omzet bulanan hingga miliaran rupiah pada 2026 melalui konsistensi siaran LIVE selama 24 jam dan kolaborasi dengan kreator afiliasi.

Founder ANTARESTAR Faiz Daffa mengatakan, strategi tersebut membantu meningkatkan penjualan, termasuk melalui kampanye tanggal gajian dan tanggal kembar. Program tersebut berkontribusi meningkatkan nilai transaksi hingga 300% dibandingkan hari biasa.

“Seiring pertumbuhan ANTARESTAR di TikTok Shop, kami memberdayakan lebih dari 100 karyawan dan bermitra dengan 60 konveksi di berbagai daerah. Bagi kami, pertumbuhan bisnis juga berarti membuka lebih banyak peluang bagi ekosistem fesyen lokal untuk berkembang bersama,” ujar Faiz.

Brand fesyen wanita KUKAI juga memanfaatkan video pendek dan LIVE untuk memperkenalkan koleksi terbaru. Pendiri KUKAI, Sharon, mengatakan hampir 50% nilai transaksi produknya di TikTok Shop sepanjang 2026 berasal dari sesi LIVE. Bahkan, sejumlah koleksi terbaru terjual habis dalam 30 menit pertama siaran. “Pada Ramadan 2026, omzet kami di TikTok Shop bahkan melonjak tiga kali lipat dibandingkan periode biasa,” kata Sharon.

Untuk mempertemukan lebih banyak brand dengan konsumen, TikTok Shop menyelenggarakan Fashion Playground pada 18-20 September 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti 21 brand fesyen lokal.

Selama tiga hari penyelenggaraan, acara itu menarik sekitar 3.000 pengunjung secara langsung dan lebih dari 500 ribu penonton melalui sesi LIVE. Selain itu, sebanyak 140 kreator dipertemukan dengan brand melalui program Creator Matchmaking.

Melalui kegiatan tersebut, brand lokal mendapat kesempatan memperkenalkan koleksi, berkolaborasi dengan kreator, serta menjangkau konsumen melalui pengalaman belanja langsung dan digital. (E-2)

 

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *