
KEBERSIHAN dan kenyamanan kulit bayi menjadi prioritas utama bagi orangtua, mengingat karakteristik kulit bayi yang jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa. Karena popok bersentuhan langsung dengan kulit dalam waktu yang lama, pemilihan produk yang tepat menjadi kunci untuk menjaga kesehatan kulit si kecil.
Dokter spesialis dermatologi venereologi dan estetika subspesialis dermatologi anak, dr. Triana Agustin, SpDVE, SubSp DA, menjelaskan bahwa perawatan kulit bayi harus dilakukan secara tepat agar fungsinya tetap terjaga optimal. Hal ini ia sampaikan dalam acara peresmian sebuah toko popok bayi di Jakarta pada Senin (30/9).
“Kulit bayi lebih tipis dan terus mengalami perkembangan sehingga sensitif. Penting melakukan perawatan kulit yang baik dan benar agar fungsi kulit tidak terganggu dan tetap baik,” ujar Triana.
Risiko Gesekan dan Kelembapan
Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah ini menekankan bahwa popok merupakan benda yang menempel pada kulit bayi hampir selama 24 jam. Kondisi yang lembap serta adanya gesekan terus-menerus antara kulit dan popok dapat meningkatkan risiko iritasi secara signifikan.
Oleh karena itu, Triana mengimbau para orangtua untuk memastikan area yang tertutup popok selalu dalam kondisi kering dan nyaman. Kemampuan popok dalam menyerap cairan secara cepat dan maksimal menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan.
Panduan Perawatan Area Popok Bayi
| Aspek | Rekomendasi Ahli |
|---|---|
| Waktu Ganti Popok | Rutin setiap 4 jam sekali. |
| Kondisi Khusus | Segera ganti jika popok penuh atau setelah bayi BAB. |
| Kriteria Popok | Daya serap tinggi dan telah teruji secara klinis. |
| Tujuan Utama | Menjaga kulit tetap kering dan meminimalisir gesekan. |
Pentingnya Daya Serap Tinggi
Dalam kesempatan tersebut, Triana juga memaparkan hasil studi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika Indonesia (Perdoski). Studi tersebut membandingkan penggunaan popok berdaya serap tinggi dengan popok standar.
Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan popok dengan daya serap tinggi mampu mempertahankan kondisi kulit bayi dengan lebih baik, sehingga risiko iritasi dapat ditekan. Selain faktor produk, kebiasaan orang tua dalam mengganti popok juga sangat berpengaruh.
Ia mencontohkan kebiasaan di Jepang, ketika orangtua cenderung langsung mengganti popok sesaat setelah bayi buang air kecil tanpa menunggu popok penuh. Hal ini dinilai sangat baik untuk menjaga higienitas kulit.
“Jadikan kebersihan dan kenyamanan kulit bayi jadi pertimbangan utama saat memilih popok dan pilih yang sudah teruji klinis. Sehingga orang tua dapat mendukung tumbuh kembang si kecil dengan maksimal,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
