Maheta Molango Kritik Kalender Padat: Cole Palmer Korban Sistem yang Sakit
Gelandang Chelsea Cole Palmer(AFP/Adrian DENNIS)

CEO Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA), Maheta Molango, melontarkan kritik tajam terhadap jadwal pertandingan sepak bola modern yang dinilai sudah melampaui batas kemampuan fisik pemain. Molango menyebut bintang Chelsea, Cole Palmer, sebagai “korban” dari sistem yang ia gambarkan sebagai “sistem yang sakit”.

Pernyataan ini muncul setelah Palmer memutuskan mundur dari skuad timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel dalam jendela internasional terbaru. Molango menilai mundurnya Palmer bukan karena kurangnya komitmen, melainkan akibat beban kerja yang tidak berkelanjutan.

Alarm Bahaya Kalender Padat

Dalam pertemuan puncak performa Fifpro di London, Molango menegaskan bahwa kalender pertandingan saat ini telah berubah menjadi ajang “survival of the fittest” atau bertahan hidup bagi mereka yang paling bugar secara fisik.

Selain Palmer, empat pemain Inggris lainnya, Marcus Rashford, Declan Rice, Kobbie Mainoo, dan Tino Livramento, juga terpaksa menarik diri dari tugas internasional.

“Ketika Inggris melihat lima pemain harus mundur dari momen paling membanggakan bagi seorang pemain, yaitu panggilan tim nasional, Anda harus bertanya pada diri sendiri: apa yang salah dengan industri ini?” ujar Molango.

Ia menyoroti beban kerja Palmer yang luar biasa berat. Jika Palmer terus bermain tanpa jeda, termasuk jika ia berangkat ke Piala Dunia mendatang, ia akan bermain selama empat musim panas berturut-turut tanpa istirahat yang cukup.

“Dia absen karena dia adalah korban dari kalender, dan itu adalah sesuatu yang benar-benar harus memicu alarm bahaya,” tambahnya.

Kritik Terhadap Thomas Tuchel

Keputusan Palmer untuk mundur demi “manajemen beban” (load management) sempat mendapat respons dingin dari pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menyebut sang penyerang “melewatkan terlalu banyak kesempatan”. Namun, Molango membela para pemain dan mengkritik sudut pandang tersebut.

“Mereka mencintai bermain untuk Inggris. Mereka mencintai tim nasional mereka. Namun sayangnya, tubuh Anda memiliki batas. Anda tidak bisa menipu biologi,” tegas Molango.

Masalah ini, menurut Molango, tidak hanya melanda Inggris. Ia menunjuk deretan pemain bintang Eropa lainnya yang juga harus absen karena masalah kebugaran, seperti Kai Havertz (Jerman), Brian Brobbey (Belanda), hingga kapten Prancis, Kylian Mbappe.

Tuntutan Perubahan Regulasi

Molango menuding bahwa sistem sepak bola saat ini menjadi “sakit” karena hanya berputar pada kepentingan politik, perolehan suara, dan konsolidasi kekuasaan di tingkat federasi, tanpa memedulikan kesejahteraan pemain. Sebagai solusi, PFA mendesak adanya aturan wajib berupa:

  • Istirahat musim panas selama tiga minggu.
  • Periode “pelatihan ulang” (retraining) selama tiga minggu setiap musim panas.

Menanggapi tuntutan tersebut, Chief Football Officer Premier League, Rebecca Caplehorn, menyatakan dukungannya secara konseptual. Namun, ia mengakui bahwa implementasi jeda enam minggu tersebut hampir mustahil dilakukan dengan struktur kompetisi saat ini.

“Tantangannya adalah hal itu tidak cocok dengan kalender saat ini. Selalu ada sesuatu yang menghalangi kita untuk mendapatkan jeda enam minggu yang kita inginkan. Tanpa perubahan regulasi dan perubahan kalender secara menyeluruh, hal itu tidak mungkin kami wujudkan,” pungkas Caplehorn. (bbc/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *