
KOLESTEROL tinggi kerap kali diidentikkan hanya dengan risiko penyakit jantung maupun stroke. Namun, kondisi yang sering kali hadir tanpa gejala ini ternyata juga menyimpan ancaman tersembunyi bagi kesehatan organ vital lainnya, salah satunya adalah ginjal.
Sejumlah penelitian bahkan menemukan adanya hubungan antara kadar kolesterol yang bermasalah dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis.
Dilansir dari National Kidney Foundation, penelitian Physicians’ Health Study yang melibatkan sekitar 4.500 pria dan berlangsung selama 14 tahun menemukan bahwa peserta dengan kadar kolesterol total tinggi atau kadar HDL atau kolesterol baik yang rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan fungsi ginjal.
Dalam penelitian tersebut, kelompok dengan masalah kolesterol disebut memiliki kemungkinan sekitar dua kali lebih besar mengalami penyakit ginjal kronis.
Namun, angka tersebut tidak berarti ginjal akan rusak secara langsung atau dua kali lebih cepat akibat kolesterol tinggi. Temuan tersebut menggambarkan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis pada kelompok tertentu.
Lantas, bagaimana kolesterol dapat berhubungan dengan kerusakan ginjal?
Berdasarkan informasi yang dikutip dari American Kidney Fund, kolesterol tinggi dapat berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah yang membawa darah menuju ginjal.
Ketika pembuluh darah mengalami penyempitan atau aliran darah terganggu, fungsi ginjal dapat ikut terdampak. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit ginjal.
Sementara itu, dikutip dari Cleveland Clinic, kolesterol tinggi dapat menyebabkan terbentuknya plak di dinding pembuluh darah.
Penumpukan plak secara bertahap dapat mempersempit pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke organ tubuh. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius.
Yang membuat kolesterol tinggi semakin sulit dikenali adalah kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala khas. Seseorang bisa saja merasa sehat meski memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Karena itu, pemeriksaan darah menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi kolesterol.
Dikutip dari Cleveland Clinic, pemeriksaan lipid panel dapat digunakan untuk mengetahui kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Hasil pemeriksaan kemudian dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi masing-masing individu.
Untuk membantu menjaga kadar kolesterol, masyarakat dianjurkan menerapkan pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, tidak merokok, serta mengikuti pengobatan apabila diresepkan dokter.
Dengan demikian, kolesterol tinggi sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya berkaitan dengan jantung. Menjaga kadar kolesterol tetap terkendali juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan berbagai organ tubuh, termasuk ginjal.
(National Kidney Foundation/American Kidney Fund/Cleveland Clinic/P-4)
