Faktor Risiko Katarak di Usia Muda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Faktor Risiko Katarak di Usia Muda.(Dok. Magnific)

KATARAK sering kali dianggap sebagai gangguan penglihatan yang hanya menyerang lansia, namun kondisi kekeruhan lensa mata ini nyatanya dapat terjadi pada usia yang lebih muda akibat berbagai faktor risiko tertentu. Berdasarkan informasi yang dihimpun pada 30 September 2026, kesadaran akan kesehatan mata perlu ditingkatkan karena katarak dapat berkembang sebelum seseorang menginjak usia 60 tahun.

Dikutip dari Eka Hospital, katarak terjadi saat lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh, sehingga menghalangi cahaya masuk dan mengganggu penglihatan. Meski degenerasi usia adalah penyebab umum, katarak pada usia muda bisa dipicu oleh faktor bawaan (kongenital) sejak masa kanak-kanak maupun faktor eksternal pada orang dewasa.

Penyebab Katarak di Usia Dini

Katarak dianggap muncul terlalu dini jika pengeruhan lensa mulai terjadi sebelum usia 60 tahun. Beberapa faktor yang mempercepat kondisi ini meliputi cedera fisik pada mata, faktor genetik, serta riwayat operasi mata sebelumnya. Selain itu, gaya hidup dan kondisi medis tertentu memegang peranan penting dalam memperburuk risiko ini.

Penyakit kronis seperti diabetes, hipotiroid, dan gangguan endokrin diketahui dapat meningkatkan risiko katarak secara signifikan. Penggunaan obat-obatan jenis steroid dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis yang ketat juga menjadi salah satu pemicu utama yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

Gejala dan Perubahan Penglihatan

Penderita katarak biasanya akan merasakan perubahan bertahap pada kualitas penglihatan mereka. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Pandangan menjadi kabur atau buram seperti terhalang kabut.
  • Warna di sekitar terlihat memudar atau cenderung kekuningan.
  • Kesulitan melihat dengan jelas saat berkendara di malam hari.
  • Membutuhkan cahaya yang lebih terang saat membaca.
  • Munculnya penglihatan ganda pada salah satu mata.

Hubungan Diabetes dan Risiko Operasi

Diabetes menjadi faktor risiko yang sangat krusial. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka waktu lama dapat merusak struktur lensa mata. Semakin lama seseorang mengidap diabetes yang tidak terkendali, semakin tinggi pula risiko mereka terkena katarak di usia produktif.

Meski demikian, diagnosis katarak tidak selalu berujung pada tindakan operasi seketika. Tim medis biasanya baru akan mempertimbangkan prosedur operasi jika gangguan penglihatan sudah secara nyata menghambat aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan rutin melalui metode slit-lamp, tes refraksi, atau pelebaran pupil sangat disarankan bagi individu yang memiliki faktor risiko tersebut. (Eka Hospital/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *