
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terus meningkatkan kesiapsiagaan menyusul temuan 1.861 kasus Influenza Like Illness (ILI) hingga minggu epidemiologi ke-37 tahun 2026. Penemuan kasus ini didominasi oleh laporan dari layanan Puskesmas dan rumah sakit di wilayah tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Arif Prianto, menjelaskan bahwa ribuan kasus tersebut terdeteksi berdasarkan hasil surveilans rutin. Meski menunjukkan gejala serupa influenza seperti demam dan batuk, Arif menekankan bahwa tidak semua pasien tersebut terkonfirmasi positif influenza.
“Berdasarkan hasil surveilans dari Puskesmas maupun rumah sakit dalam tiga pekan terakhir, menunjukkan jumlah kasus ILI pada minggu ke-35 tercatat 68 pasien, minggu ke-36 sebanyak 54 pasien, dan minggu ke-37 kembali di angka 68 pasien. Secara keseluruhan, total akumulasi mencapai 1.861 kasus,” ujar Arif Prianto, Selasa (29/9/2026).
Arif memaparkan bahwa peningkatan kasus ILI ini berkaitan erat dengan kondisi medis Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Mengingat adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan, Dinkes langsung memperkuat sistem surveilans di setiap fasilitas layanan kesehatan.
“Kasus Influenza Like Illness ini memiliki indikasi perberatan gejala yang lebih dari influenza biasa. Oleh karena itu, kami meningkatkan kesiapsiagaan dan surveilans penyakit ISPA karena trennya meningkat cukup signifikan,” katanya.
Meskipun pasien menunjukkan gejala pernapasan, demam, dan batuk, pihak Dinkes meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Arif mengingatkan pentingnya membedakan antara gejala ILI dengan influenza yang sudah terkonfirmasi secara klinis.
“Dinas Kesehatan akan terus meningkatkan kewaspadaan. Kami mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin memakai masker dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan utama,” pungkasnya. (H-2)
