Mengapa Sering Bangun Lebih Pagi Seiring Bertambahnya Usia? Ini Penjelasannya
Ilustrasi.(Magnific)

BAGI banyak remaja, tidur hingga siang hari terasa seperti kebiasaan alami. Namun, seiring bertambah usia, momen bangun siang tersebut menjadi semakin langka.

Fenomena bangun lebih pagi di usia lanjut sering kali menimbulkan pertanyaan: apakah ini bagian alami dari penuaan atau tanda adanya masalah kesehatan? Dr. Katharina Lederle, spesialis tidur dan ritme sirkadian di London General Practice, menjelaskan beberapa alasan mendasar waktu bangun tidur cenderung bergeser lebih awal di masa tua.

1. Perubahan Pola Tidur (Phased Advance)

Lederle menyoroti bahwa banyak orang dewasa lanjut usia mengalami pergeseran siklus tidur-bangun yang signifikan. Meskipun durasi ritme sirkadian tidak berubah, jadwalnya cenderung bergerak ke waktu yang lebih awal.

“Kami menyebutnya sebagai ‘phased advance’. Ini alasan umum mengapa orang yang lebih tua bangun lebih pagi,” jelas Lederle.

2. Fluktuasi Hormonal

Hormon melatonin berperan penting dalam memberi tahu tubuh bahwa malam telah tiba. Sayangnya, jumlah melatonin yang dilepaskan sepanjang malam cenderung menurun seiring bertambah usia.

Penurunan ini menyebabkan tidur menjadi lebih ringan, sehingga seseorang lebih mudah terbangun oleh gangguan kecil di sekitarnya.

3. Masalah Kesehatan Kronis

Peningkatan kondisi kesehatan seiring bertambah usia juga memengaruhi kualitas tidur. Penyakit yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik, seperti artritis, dapat mengganggu kesinambungan tidur.

“Jika Anda tidur lebih ringan, otak lebih mungkin mendeteksi ketidaknyamanan pada tubuh, yang berkontribusi pada keinginan untuk bangun lebih awal,” tambah Lederle.

4. Pengaruh Obat-obatan

Banyak lansia mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mungkin memiliki efek samping terhadap pola tidur. Lederle menyarankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter umum (GP) mengenai potensi efek samping obat yang dapat memengaruhi istirahat malam.

5. Kontrol Kandung Kemih (Nocturia)

Perubahan fungsi kandung kemih di usia lanjut sering kali menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari. Kondisi yang dikenal sebagai nokturia ini lebih umum terjadi pada pria di usia lanjut dan menjadi penyebab seringnya terbangun di dini hari.

6. Gangguan Tidur Spesifik

Beberapa gangguan tidur lebih lazim ditemukan pada lansia, seperti insomnia yang membuat seseorang sulit untuk kembali tidur setelah terbangun. Selain itu, sleep apnoea (henti napas saat tidur) juga dilaporkan jauh lebih umum terjadi pada wanita pascamenopause.

Kapan Harus Khawatir?

Lederle menyarankan agar Anda tidak terlalu stres jika sering bangun pagi, selama tidak ada kondisi medis mendasar yang serius. “Bangun pagi tidak selalu berarti ada yang salah dengan Anda; itu bisa menjadi bagian normal dari penuaan,” ujarnya.

Jika Anda merasa terganggu dengan kebiasaan bangun pukul 04.30 pagi, Lederle menyarankan untuk tetap beristirahat di tempat tidur sambil membaca buku atau mendengarkan radio daripada langsung beraktivitas. Untuk menyesuaikan kembali waktu tidur, Anda bisa mencoba tidur sedikit lebih lambat atau menggunakan paparan cahaya yang diatur waktunya (timed light exposure). (The Independent/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *