Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Kedua di Dunia
Sebagian pekerja memakai masker saat hendak beraktivitas di kawasan Sudirman, Jakarta.(MI/Usman Iskandar)

KUALITAS udara di wilayah DKI Jakarta pada Senin (28/9/) pagi berada dalam kategori tidak sehat, bahkan menempatkan ibu kota pada peringkat kedua sebagai kota dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia.

Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara global IQAir yang dirilis pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (Air Quality Index / AQI) di Jakarta tercatat berada di angka 183, yang mengindikasikan tingkat polusi tidak sehat.

Tingkat pencemaran udara di Jakarta didominasi oleh polutan utama Particulate Matter (PM2.5) dengan nilai konsentrasi mencapai 97 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut mencatatkan penjelasan bahwa kualitas udara saat ini bersifat merugikan bagi manusia maupun kelompok hewan yang sensitif, serta berpotensi menimbulkan kerusakan pada tumbuhan dan nilai estetika lingkungan.

Sebagai perbandingan, indeks kualitas udara dibagi ke dalam sejumlah kategori berdasarkan rentang nilai PM2.5. Kategori baik berada pada rentang 0–50 (tanpa efek bagi kesehatan), kategori sedang pada rentang 51–100 (berpengaruh pada tumbuhan sensitif), serta kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sementara itu, kategori lebih parah meliputi kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2.5 sebesar 200–299 yang dapat merugikan kesehatan segmen populasi terpapar, hingga kategori berbahaya pada rentang 300–500 yang secara umum memicu dampak kesehatan serius pada seluruh populasi.

Berdasarkan pemantauan IQAir pada Senin pagi, peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia diduduki oleh Baghdad, Irak, dengan angka 183,9 atau dibulatkan pada kisaran 184. Menyusul di urutan kedua adalah Jakarta pada angka 183, diikuti oleh Dubai di posisi ketiga dengan indeks 176, dan Dhaka di urutan keempat pada angka 153.

Menghadapi kondisi udara yang memburuk ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi kesehatan diri. Sejumlah langkah pencegahan yang disarankan meliputi:

  • Menggunakan masker standar saat harus beraktivitas di luar rumah.
  • Mengurangi durasi dan intensitas aktivitas fisik di luar ruangan.
  • Menutup jendela rumah atau gedung rapat-rapat guna menghindari masuknya polusi udara luar.
  • Menyalakan alat penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan untuk menjaga kualitas udara tetap bersih.

Warga dari kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan riwayat penyakit pernapasan, diminta untuk lebih berhati-hati dan mematuhi imbauan kesehatan guna menghindari dampak buruk polusi udara. (Ant/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *