Teleskop Hubble Genap 200.000 Kali Mengorbit Bumi, Intip Ledakan Bintang Misterius
Teleskop Luar Angkasa Hubble melayang di atas Bumi.(NASA)

TELESKOP Luar Angkasa Hubble kembali mengukir rekor bersejarah. Observatorium milik NASA ini resmi menyelesaikan orbitnya yang ke-200.000 mengelilingi Bumi pada 19 September lalu. Capaian ini menjadi pencapaian luar biasa bagi teleskop antariksa yang awalnya hanya dirancang untuk beroperasi selama 15 tahun.

Diluncurkan bersama pesawat ulang-alik Discovery pada April 1990, Hubble telah beroperasi selama lebih dari 36 tahun di luar angkasa. Selama kurun waktu tersebut, observatorium ini telah menempuh jarak lebih dari 8 miliar kilometer dan menghasilkan lebih dari 1,7 juta pengamatan ilmiah terhadap berbagai objek di alam semesta.

Saat melintasi rekor orbit ke-200.000 tersebut, Hubble tidak sedang berdiam diri. Teleskop ini tengah sibuk mengamati fenomena kosmik yang berkaitan dengan salah satu misi utamanya, yakni mengukur laju pemuaian alam semesta.

Meneliti Efek Pembengkokan Cahaya Kosmik

Momen bersejarah itu dicapai ketika Hubble sedang melakukan pengamatan berulang terhadap gugus galaksi MACS J0417. Para astronom memanfaatkan teleskop ini untuk mengamati kembali penampakan ledakan bintang atau supernova yang dinamai Athena, yang pertama kali ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) pada 2025.

Gugus galaksi MACS J0417 yang sangat masif bertindak sebagai lensa gravitasional (gravitational lens). Gravitasi gugus galaksi ini membengkokkan sekaligus memperbesar cahaya dari objek-objek di belakangnya, termasuk supernova Athena.

Karena cahaya yang terbentang dapat melintasi beberapa jalur yang berbeda di sekitar gugus galaksi tersebut, bayangan dari supernova yang sama dapat muncul beberapa kali dalam pandangan Hubble, dengan selisih waktu hitungan bulan hingga tahun. Pelacakan terhadap kemunculan kembali cahaya ini membantu para astronom memetakan massa gugus galaksi sekaligus mempertajam pengukuran laju pemuaian alam semesta.

Dedikasi Tanpa Henti di Ketinggian Antariksa

Berada di ketinggian sekitar 483 kilometer di atas permukaan Bumi dan melaju dengan kecepatan 27.000 km/jam, Hubble mengelilingi Bumi sebanyak 15 kali setiap harinya. Kecepatan ini mengartikan Hubble mampu menyelesaikan satu kali putaran orbit hanya dalam waktu sekitar 95 menit.

Posisi Hubble yang beroperasi di luar atmosfer Bumi membuatnya terhindar dari distorsi atmosfer yang sering mengaburkan pengamatan teleskop darat. Hal ini memungkinkan Hubble menangkap panjang gelombang cahaya ultraviolet, tampak, dan inframerah dekat secara jernih.

Perjalanan panjang observatorium ini telah diwarnai berbagai pencapaian besar, seperti pencapaian orbit ke-100.000 pada 2008 dan pengamatan ke-1 juta pada 2011. Meskipun kini Hubble beroperasi dengan satu giroskop yang tersisa dan tidak ada lagi misi perawatan oleh astronot sejak 2009, teleskop ini terbukti masih sangat produktif.

NASA memperkirakan Hubble akan terus memberikan kontribusi ilmiah hingga dekade berikutnya. Gesekan atmosfer secara perlahan memang akan menurunkan ketinggian orbitnya, namun Hubble diproyeksikan baru akan memasuki atmosfer Bumi paling cepat pada pertengahan tahun 2030-an. (Space/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *