Pengamat: Jalur Mandiri Harus Dihapus jika Kuliah Gratis Diterapkan
Peserta menjelaskan spesifikasi mobil listrik kepada pengunjung pada pameran Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2026 di kampus Politeknik Negeri Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (25/9/2026).(Antara/Abdan Syakura)

PENGAMAT pendidikan Totok Amin Soefijanto menilai skema jalur mandiri untuk masuk perguruan tinggi (PT) harus dihapus jika pemerintah mulai menerapkan kebijakan pendidikan gratis di tingkat kampus.

Menurut Totok, kebijakan kuliah gratis harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Ia menekankan bahwa keberadaan jalur mandiri di tengah program pendidikan gratis justru akan mencederai komitmen pemerintah.

“PT gratis itu harus berlaku untuk semua. Kalau masih ada jalur mandiri, kampanye Pak Presiden akan percuma dan bahkan dianggap lip service saja,” kata Totok saat dihubungi, Minggu (27/9).

Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE) tersebut menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan rasa keadilan di tengah masyarakat. Hal ini hanya bisa dicapai dengan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa untuk mengakses pendidikan tinggi.

“Pemerintah harus menimbulkan rasa adil di masyarakat dengan tekad memutuskan pendidikan tinggi gratis untuk semua,” ujar Totok.

Sebagai informasi, proyeksi kebutuhan anggaran untuk menjalankan program pendidikan gratis dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi diperkirakan mencapai hampir Rp302 triliun.

Rincian kebutuhan tersebut mencakup sekitar Rp210 triliun untuk jenjang SD hingga SMA, serta Rp92 triliun khusus untuk perguruan tinggi. Kendati demikian, pemerintah menyatakan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran negara. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *