The Script Tawarkan Panggung kepada Musisi yang Tinggalkan Tur Ed Sheeran
The Script.(Antara/Color Asia Alive)

BAND pop rock asal Irlandia, The Script, menawarkan kesempatan tampil kepada musisi Irlandia yang meninggalkan tur Ed Sheeran sebagai bentuk solidaritas terhadap penyanyi rap AS, Macklemore.

Vokalis The Script, Danny O’Donoghue, menyampaikan tawaran itu kepada Aaron Rowe dan grup Beoga dalam wawancara di program televisi Irlandia, The Late Late Show.

O’Donoghue memuji keputusan keduanya yang meninggalkan tur tersebut. Menurut dia, Rowe menunjukkan keberanian besar dengan mundur dari rangkaian konser stadion di Amerika Serikat meski masih berusia 30 tahun.

“Untuk dia meninggalkan tur itu di usia semuda itu, saya pikir, salut untuknya,” ujar O’Donoghue.

Penyanyi Amerika Finneas O’Connell dan band asal Denmark, Lukas Graham, juga meninggalkan tur Sheeran sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.

Macklemore sebelumnya membuat sejumlah pihak tidak senang setelah mengucapkan “Free Palestine” saat tampil di New Jersey. Sheeran mengatakan promotor yang menangani konsernya memaksa Macklemore keluar dari tur tersebut.

O’Donoghue kemudian secara langsung mengundang Rowe dan Beoga untuk tampil bersama The Script di Dublin.

The Script dijadwalkan menggelar konser di 3Arena Dublin pada 30 dan 31 Oktober. Dalam wawancara tersebut, O’Donoghue mengarahkan pesannya kepada Rowe.

“The Script akan bermain di 3Arena pada tanggal ketika seharusnya kalian tampil di Tampa. Jika ingin datang dan tampil sebagai pendukung, The Script ada untuk kalian. Kalian lebih dari diterima untuk datang,” ujarnya.

The Script dibentuk pada 2001 dan meraih popularitas di Amerika Serikat melalui sejumlah lagu, antara lain Breakeven pada 2008, The Man Who Couldn’t Be Moved pada 2009, serta For the First Time pada 2010.

Tur Sheeran dijadwalkan singgah di Hollywood, Florida, pada 30 Oktober sebelum berlanjut ke Tampa pada 7 November.

Sheeran sebelumnya menyinggung kontroversi Macklemore dalam konsernya di Philadelphia. Ia tampil seorang diri dan mengatakan persoalan tersebut telah menempatkannya di tengah perdebatan mengenai kebebasan berbicara dan konflik Israel-Palestina.

“Saya tidak ingin mengecewakan penggemar dan tidak pernah ingin menjadi musikus aktivis. Namun, hal ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berbicara serta persoalan politik paling kompleks di planet ini,” kata Sheeran dari atas panggung.

Sheeran menyebut serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 sebagai tindakan “mengerikan”. Pada saat yang sama, ia mengecam invasi Israel ke Gaza sebagai tindakan yang “katastrofik dan tidak dapat dibenarkan”.  (New York Daily News/Tribune News Service/The Star/B-3) 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *