
DELEGASI Indonesia mengambil sikap tegas dengan melakukan aksi walkout dari ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Aksi ini dilakukan tepat saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersiap menyampaikan pidatonya pada Kamis (24/9) waktu setempat.
Juru Bicara 2 Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Vahd Nabyl, mengonfirmasi bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk solidaritas nyata terhadap rakyat Palestina. Indonesia tidak sendirian; sejumlah delegasi dari negara-negara lain yang memiliki pandangan serupa juga turut meninggalkan ruang sidang secara serentak.
Protes Terhadap Pelanggaran Hukum Internasional
Menurut keterangan resmi Kemlu, aksi ini bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan bentuk kecaman keras atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki. Indonesia menilai tindakan Israel telah melanggar hukum internasional secara terang-terangan.
Vahd Nabyl menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan konsistensi posisi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. “Bersama negara-negara yang sehaluan, Indonesia ingin menyampaikan pesan yang jelas bahwa kekerasan terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran hukum internasional tidak dapat dinormalisasi dan harus segera dihentikan,” ujar Vahd dalam keterangannya, Kamis (25/9).
- Waktu Kejadian: Kamis, 24 September waktu New York (Sidang ke-81 Majelis Umum PBB).
- Pemicu: Pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
- Alasan: Solidaritas untuk Palestina dan protes atas pelanggaran hukum internasional.
- Dampak di Ruang Sidang: Suasana sempat riuh, pimpinan sidang meminta delegasi menjaga ketertiban.
Berdasarkan dokumentasi dari Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York, para diplomat Indonesia terlihat berdiri dan meninggalkan tempat duduk mereka sesaat setelah Netanyahu dipersilakan naik ke podium. Aksi massa diplomatik ini menyebabkan kegaduhan singkat di dalam aula, sehingga pimpinan sidang harus mengimbau para delegasi untuk tetap tertib.
Kehadiran Netanyahu di forum PBB tahun ini memang diwarnai kritik tajam dari komunitas internasional. Isu Palestina kembali menjadi fokus utama dalam Sidang Majelis Umum ke-81, terutama mengingat situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.
Bagi Indonesia, aksi walkout ini mempertegas komitmen diplomatik yang tidak tergoyahkan dalam menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Pesan yang dibawa sangat eksplisit: dunia internasional tidak boleh menganggap normal kekerasan yang terus berlanjut di wilayah pendudukan. (Fer/I-1)
