
KEKERINGAN dampak dari fenomena El Nino dialami warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebanyak 5.006 kepala keluarga (KK) terdampak yang meliputi 16.710 orang. Kondisi krisis air bersih musim kemarau ini merambat hingga 13 desa di lima kecamatan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten kini mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga terdampak kekeringan tersebut.
Ribuan warga yang terdampak kekeringan, sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih bergantung dari bantuan pemerintah dan pihak lain. Penyaluran bantuan air bersih untuk warga daerah kekeringan secara resmi dimulai 15 Juni 2026.
Warga 13 desa di Klaten yang kini mengalami kekeringan, tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kemalang yang melanda 4 desa, Kecamatan Jatinom (1), Kecamatan Cawas (2), Kecamatan Wedi (1), dan Kecamatan Bayat (5).
Sekretaris BPBD Klaten, Yuwana Haris Yulianta, Kamis (24/9), mengatakan untuk penanganan warga daerah terdampak kekeringan akibat kemarau ini, pemerintah daerah melalui BPBD Klaten terus menyalurkan bantuan air bersih.
Kegiatan droping air secara resmi dimulai 15 Juni 2026. Hingga saat ini, BPBD Klaten telah menyalurkan 1.001 tangki/5.005.000 liter, dan dari CSR (BBWS, NGO Tanah Air Lestari, Tempo Scan, dan Polresta) 17 tangki/90.000 liter.
“Penyaluran bantuan (droping) air bersih untuk warga 13 desa yang kekeringan hingga hari ini total telah mencapai 1.018 tangki/5.095.000 liter, dengan jumlah penerima manfaat 5.006 KK/16.710 jiwa,” jelasnya. (H-4)
