Presiden Prabowo Sambut Pelunasan Utang BLBI Rp218,3 Triliun ke Bank Indonesia
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menerima Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9/2026).(Dok. BPMI Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menyambut baik laporan penyelesaian kewajiban pemerintah kepada Bank Indonesia (BI) terkait program Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Total utang obligasi yang telah dilunasi mencapai Rp218,3 triliun, menandai berakhirnya beban fiskal dari era krisis keuangan 1997-1998.

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9). Dalam pertemuan tersebut, Menkeu memaparkan situasi perekonomian terkini, pengelolaan APBN, serta detail teknis penutupan utang jangka panjang tersebut.

“Tadi mendapatkan arahan dari Bapak Presiden bahwa Bapak Presiden menyambut baik penyelesaian ini. Memang kalau kita masuk di dalam suatu krisis yang sifatnya jangka panjang, penyelesaiannya pun jangka panjang,” ujar Suahasil saat memberikan keterangan pers di selasar Istana Merdeka.

Mekanisme Pelunasan dan Sumber Dana

Suahasil menjelaskan bahwa pelunasan utang obligasi BLBI pemerintah ini telah dilakukan pada 24 Agustus 2026. Selama ini, kewajiban tersebut dibayarkan secara rutin melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada Bank Indonesia.

Untuk pembayaran terakhir yang menuntaskan seluruh kewajiban, pemerintah menggunakan skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dana tersebut bersumber dari sisa surplus Bank Indonesia yang dihasilkan dari kegiatan operasionalnya.

Ringkasan Penyelesaian Kewajiban BLBI:







Total Nilai Pelunasan Rp218,3 Triliun
Tanggal Pelunasan Final 24 Agustus 2026
Sumber Dana Terakhir PNBP (Sisa Surplus Bank Indonesia)
Asal Muasal Utang Obligasi Krisis Ekonomi 1997-1998

Catatan Sejarah Ekonomi

Penyelesaian utang ini dipandang sebagai tonggak sejarah penting bagi kebijakan makroekonomi Indonesia. Suahasil menekankan bahwa proses panjang ini harus menjadi pembelajaran luar biasa dalam mengelola keuangan negara di masa depan agar terhindar dari krisis serupa.

“Dengan demikian, kita betul-betul menutup lembaran sejarah penerbitan obligasi penanganan krisis tahun 1997-1998 yang diselesaikan di masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Utang ke BI untuk obligasi BLBI selesai, dibayar tuntas,” pungkas Menkeu. (Ant/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *