
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Gunung Maras, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Peristiwa ini menghanguskan lahan seluas lebih dari 20 hektare dan diduga sengaja dilakukan oleh oknum tertentu untuk membuka lahan perkebunan baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, mengungkapkan bahwa puluhan petugas gabungan yang dibantu oleh masyarakat setempat dikerahkan untuk berjibaku memadamkan api di kawasan konservasi tersebut.
Proses pemadaman menghadapi tantangan berat akibat medan yang ekstrem serta kepulan asap tebal yang menghalangi petugas menjangkau titik api lebih jauh. Keterbatasan akses membuat armada pemadam kebakaran tidak dapat masuk ke lokasi.
“Medanya sulit, mobil damkar (pemadam kebakaran) tidak bisa masuk, jadi pemadaman dilakukan dengan peralatan seadanya dan ranting pohon,” kata Suherman, Selasa (22/9).
Setelah upaya intensif yang berlangsung selama berhari-hari, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan situasi.
“Setelah berjuang selama berjam-jam, titik-titik api yang telah membakar kawasan taman nasional gunung maras selama empat hari akhirnya berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Suherman menambahkan, luas kerusakan diperkirakan mencapai lebih dari 20 hektare. Indikasi kesengajaan semakin kuat mengingat di sekitar lokasi banyak dijumpai aktivitas pembukaan lahan perkebunan, khususnya kelapa sawit.
“Dugaan sementara menyebutkan kebakaran ini dilakukan secara sengaja untuk membuka lahan perkebunan,” ungkapnya.
Di tengah musim kemarau berkepanjangan yang masih melanda wilayah Kepulauan Bangka Belitung, pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah ancaman karhutla yang lebih besar. (RF/P-2)
