Tertahan 2 Bulan di Armenia, Jenazah Pekerja Migran Korban Dugaan Pembunuhan Tiba di Makassar
Ilustrasi(Dok Magnific)

HARU menyelimuti kedatangan jenazah Valenth, 22, pekerja migran Indonesia asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang diduga menjadi korban pembunuhan di Armenia. Setelah tertahan sekitar dua bulan, jenazah akhirnya tiba melalui kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Senin, dan langsung dibawa ke Rumah Duka Kasih, RS Grestelina, Kota Makassar.

Jenazah anak pertama dari tiga bersaudara itu disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan di TPU Kresten Pannara, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Juru bicara keluarga, Arnold Tambotor, mengatakan ibadah akan digelar pukul 15.00 Wita, Senin (21/9), lalu prosesi pemakaman dilakukan di Pekuburan Pannara Makassar.

“Karena ini kasusnya cukup sulit, ada dugaan kasus pembunuhan. Jadi memang butuh proses panjang dalam hal pemulangan jenazah, karena memang berbeda negara,” ujar Arnold.

Valenth diketahui baru sekitar tiga bulan bekerja di Armenia sebagai konsultan IT. Sebelumnya, ia bekerja di Filipina hampir dua tahun. Keluarga menerima kabar duka dari teman-teman korban. 

Menurut informasi yang diterima, jenazah pertama kali ditemukan pukul 03.00 waktu Armenia. Keluarga di Makassar baru mendapat informasi duka sekitar pukul 12.00 malam Wita.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah kaku di dalam kamar tempat tinggalnya. Tanda-tanda penganiayaan terlihat: tangan dan kaki terikat, leher dilakban, dan mulut ditutup.

Arnold menyebut perkembangan kasus belum memperoleh informasi resmi yang jelas. Pemerintah, termasuk KBRI, disebut masih berupaya melakukan penyelidikan.

“Informasi yang kami dapat dari pihak KBRI sendiri, ini kasus yang jarang. Jadi pihak di sana juga berupaya keras untuk melakukan penyelidikan dulu, dan sampai sekarang masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Karena jenazah telah tiba, keluarga berharap para pelaku mendapat hukuman setimpal. Keluarga juga meminta barang-barang pribadi almarhum yang berada di Armenia dapat diupayakan untuk dikembalikan.

“Keluarga berharap barang-barang pribadi milik kakak saya yang ada di sana bisa diupayakan untuk dikembalikan. Karena itulah yang menjadi kenang-kenangan terakhir untuk keluarga,” ujar Arnold. (LN/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *