Kinerja 2025 Menguat, Posisi di Fortune Indonesia 100 Naik
Pertumbuhan pendapatan dan transformasi tata kelola serta operasional turut memperkuat posisi PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam pemeringkatan Fortune Indonesia 100 tahun 2026.(Dok. PT Pupuk Indonesia)

PERTUMBUHAN pendapatan dan transformasi tata kelola serta operasional turut memperkuat posisi PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam pemeringkatan Fortune Indonesia 100 tahun 2026. Berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025, Pupuk Indonesia naik ke peringkat 14, sekaligus menjadi BUMN dengan pendapatan terbesar ke-8 di Indonesia.

Pendapatan Pupuk Indonesia meningkat dari Rp81,6 triliun pada 2024 menjadi Rp90,4 triliun pada 2025. Di tingkat regional, posisi perusahaan dalam Fortune Southeast Asia 500 2026 juga naik dari peringkat 69 menjadi 68.

Direktur Operasi Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti penguatan fundamental perusahaan melalui transformasi yang dilakukan bersama pemerintah dan koordinasi dengan Danantara Indonesia.

Menurutnya, transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing Pupuk Indonesia sekaligus memastikan industri pupuk semakin tangguh dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Ke depan, transformasi akan terus kami lanjutkan untuk membangun Pupuk Indonesia yang lebih efisien, agile, dan kompetitif,” ujar Dwi Satriyo.

Transformasi tersebut dilakukan dengan dukungan kebijakan pemerintah melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 113 Tahun 2025. Perpres Nomor 6 Tahun 2025 menyederhanakan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi sehingga proses distribusi menjadi lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.

Hasilnya terlihat dari penyaluran pupuk bersubsidi pada 2025 yang mencapai 8.110.571 ton, meningkat 10,68% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Perpres Nomor 113 Tahun 2025 mengubah mekanisme subsidi pupuk dari skema cost-plus menjadi marked-to-market, serta menerapkan pembayaran bahan baku di muka.

Kebijakan tersebut mendorong efisiensi operasional sekaligus memastikan bahan baku tersedia saat dibutuhkan. Dengan demikian, pasokan pupuk kepada petani tetap terjaga.

Dampak transformasi dan efisiensi tersebut tidak hanya diarahkan pada kinerja korporasi, tetapi juga manfaat bagi petani. Sejak Oktober 2025, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi turun 20%. Penguatan efisiensi juga menjadi modal untuk memperkuat daya saing industri dalam jangka panjang melalui revitalisasi fasilitas produksi dan pengembangan portofolio bisnis.

Pupuk Indonesia menargetkan pembangunan dan peremajaan delapan pabrik dalam lima tahun. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi, kapasitas produksi, dan keandalan operasional.

Salah satu proyek yang telah selesai adalah Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur. Proyek tersebut berhasil menurunkan konsumsi gas lebih dari 10% sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Selain memperkuat bisnis pupuk, perusahaan juga memperluas portofolio menuju industrial and specialty chemical powerhouse. Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui pembangunan pabrik soda ash serta rencana pengembangan pabrik metanol.

Pengembangan portofolio bisnis tersebut ditujukan untuk menciptakan nilai tambah, mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas strategis, serta memperkuat daya saing industri nasional.

Dengan rangkaian transformasi tersebut, penguatan kinerja tidak hanya tecermin dari pertumbuhan pendapatan dan posisi dalam pemeringkatan perusahaan, tetapi juga dari upaya meningkatkan efisiensi operasional, menjaga pasokan pupuk, serta membangun kapasitas industri untuk jangka panjang. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *