
Tim Dokter Kesehatan (Dokes) Polda Jawa Barat (Jabar) mendatangi kediaman keluarga Yaya Carya, 58, di Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Langkah ini dilakukan guna mengambil sampel DNA sebagai bagian dari proses identifikasi korban yang diduga terlibat dalam insiden tenggelamnya KMP Virgo Transport 8.
Kuwu (Kepala Desa) Sigong, Sumarsono, mengonfirmasi bahwa tim Dokes Polda Jabar telah tiba di lokasi pada Sabtu malam (19/9). Petugas mengambil sampel pembanding berupa rambut dan air liur dari anggota keluarga inti.
“Proses pengambilan sampel berlangsung dengan pendampingan pihak keluarga,” ujar Sumarsono saat memberikan keterangan pada Senin (21/9).
Selain pengambilan sampel biologis, petugas juga menggali keterangan mendalam dari pihak keluarga mengenai identitas, aktivitas keseharian, serta komunikasi terakhir dengan Yaya Carya sebelum musibah terjadi.
Berdasarkan penuturan keluarga, komunikasi terakhir dengan Yaya terjadi pada 18 September 2026. Saat itu, Yaya mengabarkan masih berada di Jakarta untuk bekerja. Namun, ia kemudian mendapatkan tawaran pekerjaan baru ke luar Pulau Jawa.
“Dari keterangan keluarga, setelah di Jakarta ada tawaran pekerjaan ke Kalimantan dan yang bersangkutan berangkat menggunakan KMP Virgo Transport 8,” jelas Sumarsono.
Pihak keluarga awalnya tidak menyadari bahwa Yaya menjadi salah satu korban dalam kecelakaan laut tersebut. Kepastian mulai muncul setelah nama Yaya tercantum dalam daftar manifest penumpang kapal. Meski mengetahui Yaya akan berangkat ke Kalimantan, keluarga mengaku tidak mendapat informasi detail mengenai jadwal keberangkatan maupun nama kapal yang digunakan.
Hingga saat ini, keluarga masih menunggu kabar resmi mengenai keberadaan dan kondisi Yaya Carya. Pemerintah Desa Sigong menyatakan akan terus memberikan pendampingan moral dan administratif kepada keluarga selama proses pencarian dan identifikasi berlangsung.
“Kami berharap upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil. Harapan kami, Yaya Carya segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga,” pungkas Sumarsono. (H-2)
